Berita

Penjabat (Pj) Walikota Bekasi Raden Gani Muhammad dan sejumlah Aparatur Negeri Sipil (ASN) Kota Bekasi berfoto di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi/Ist

Politik

Eksponen Pemuda Indonesia Tuntut Mendagri Ganti Pj Walikota Bekasi

RABU, 03 JANUARI 2024 | 17:53 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mendagri Tito Karnavian didesak mengganti Penjabat (Pj) Walikota Bekasi Raden Gani Muhammad karena tidak netral dalam gelaran kampanye Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Presidium Eksponen Pemuda Indonesia, Tobias Pattiasina yang merespons viralnya foto Raden Gani Muhammad bersama  sejumlah Aparatur Negeri Sipil (ASN) Kota Bekasi di Stadion Patriot Candrabhaga, yang beberapa di antaranya menunjukan jersey (kaos) dengan nomor punggung 2.

"Mendagri Tito Karnavian harus segera mengganti Pj Walikota Bekasi yang tidak fair play di pemerintahan," kata Tobias dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu (3/1).


Tobias mengaku akan segera mendatangi Kemendagri untuk menyampaikan tuntutan pemecatan  Pj Walikota Bekasi secara langsung.

"Kita akan datangi Mendagri," kata Tobias.

Sebelumnya, sejumlah camat dan Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad usai bermain sepak bola di lapangan GOR Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, pada Jumat pagi (29/12), memamerkan jersey dengan nomor punggung 2 yang merupakan sumbangan dari Bank Jabar Banten (BJB).

Spontan hal itu menuai tudingan ada politisasi dalam nomor jersey untuk para camat tersebut.

Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad mengaku jersey bernomor punggung dua yang digunakan dalam pertandingan sepakbola persahabatan antar kecamatan itu, disediakan oleh Bank Jabar Banten (BJB) selaku pihak pendukung.

Namun sayangnya, Gani Muhamad mengaku tidak sempat melakukan kroscek jersey pemberian Bank BJB yang ternyata kesemuanya bernomor punggung dua.

“Saya pun tidak mengecek seperti itu (nomor punggung 2), karena saya sudah dapat duluan,” kata Gani Muhamad.




Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya