Berita

Anies Baswedan saat hadiri Desak Anies di Sumatera Barat, Rabu (3/1)/Repro

Politik

Ibaratkan Cak Imin Belimbing Matang di Pohon, Anies Sindir Gibran?

RABU, 03 JANUARI 2024 | 13:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bisa berpasangan dengan cawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Pemilihan Presiden 2024, capres nomor urut 1 Anies Baswedan merasa bersyukur.

Hal ini diungkap Anies saat menghadiri forum Desak Anies yang digelar di Lapangan Cindua Mato, Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (3/1).

Menurut Anies, pasangannya itu memiliki rekam jejak perjuangan yang jelas sejak masa muda. Cak Imin merupakan aktivis dan pernah menjadi Ketua Umum PMII. Saat ini Cak Imin menjabat Ketua Umum PKB dan Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra serta pernah mengemban amanah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


"Jadi bukan seseorang yang karbitan, bukan seorang yang mendadak jadi wakil presiden, sama sekali tidak," tegas Anies, seperti dikutip redaksi, Rabu (3/1).

Anies lantas mengibaratkan Cak Imin sebagai buah belimbing yang matang di pohon. Sehingga ketika dimakan akan terasa sangat enak.

"Kalau belimbing belum matang dimakan, sakit di perut, asem. Tetapi kalau belimbing yang matang di pohon enak sekali rasanya. Jadi matang di pohon itu beda dengan matang diperam," paparnya.

Pernyataan Anies tersebut seolah-olah menyindir cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, yang mendapat julukan "Belimbing Sayur" dari warganet.

Anies pun memastikan, jika dirinya bersama Cak Imin mendapat mandat dari rakyat menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2024, akan bekerja bersama-sama dan tidak menjadikan wapres sebagai ban serep.

"InsyaAllah ke depan sebagai pasangan, bila amanat itu diberikan, kita bisa bekerja bersama dan setara untuk saling mengisi," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya