Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Pengendalian Inflasi di Sumsel dengan Cara Tepat Bisa Pangkas Kemiskinan

RABU, 03 JANUARI 2024 | 06:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengendalian inflasi dengan cara yang tepat dapat mempengaruhi angka kemiskinan di Sumatera Selatan (Sumsel). Di sisi lain, apabila tidak tepat ditangani maka bisa memperparah kondisi kemiskinan.

"Sebab, rata-rata pendapatan masyarakat miskin relatif tetap. Sementara, pengeluaran mereka bertambah," kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Subardin dikutip dari Kantor Berita RMOLSumsel, Rabu (3/1).

Menurut Subardin, pemerintah biasanya mengeluarkan kebijakan dengan memberikan program bantuan sosial. Tetapi, bantuan tersebut sifatnya hanya sementara. Langkah paling tepat yakni bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat seiring terjadinya inflasi.


Jika melihat dari siklusnya, Subardin menyebut, inflasi ini kerap terjadi di akhir tahun dan awal tahun. Inflasi yang terjadi di akhir tahun biasanya terjadi karena hari besar seperti malam pergantian tahun.

Selain itu, perubahan cuaca dari kemarau ke hujan yang biasa terjadi di akhir tahun juga turut mempengaruhi. Pasokan bahan makanan dari daerah penghasil tersendat lantaran gagal panen dan distribusi yang kurang lancar.

Sementara inflasi di awal tahun biasanya terjadi lantaran lesunya perekonomian akibat kegiatan pemerintah maupun swasta yang belum berjalan. Tahun 2024, inflasi bakal semakin panjang karena Ramadan yang masuk pada bulan April.

"Percepatan realisasi anggaran tentu dibutuhkan agar perekonomian bisa berjalan dan pendapatan masyarakat meningkat. Sehingga, kenaikan harga barang tidak terlalu terasa," kata Subardin.  

Program pemerintah yang menggalakkan agropolitan dengan menanam cabai di pekarangan rumah maupun memelihara ternak saat ini dinilai belum tepat sasaran.

"Sasarannya itu masyarakat perkotaan. Khususnya kota besar yang mempengaruhi tingkat inflasi. Seperti Kota Palembang dan Lubuklinggau. Kegiatan ini harus lebih digalakkan lagi. Sehingga, masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dari rumah. Tidak perlu membeli di pasar," kata Subardin.

Diketahui, Sumsel saat ini masuk lima besar provinsi dengan angka inflasi tertinggi  di Indonesia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya