Berita

Insiden tabrakan antara pesawat Japan Airlines dan pesawat lain yang diduga milik penjaga pantai Jepang di Bandara Haneda, Tokyo pada Selasa (2/1)/Net

Dunia

Lima Orang Meninggal dalam Tabrakan Pesawat Japan Airlines di Bandara Haneda

SELASA, 02 JANUARI 2024 | 19:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Terjadi insiden tabrakan antara pesawat Japan Airlines dan pesawat lain yang diduga milik penjaga pantai Jepang di Bandara Haneda, Tokyo pada Selasa (2/1).

Mengutip laporan NHK, tabrakan terjadi saat Japan Airlines mendarat di landasan C, di mana pesawat penjaga pantai juga tengah bergerak di landasan tersebut.

Pesawat Japan Airlines bergerak cepat di sepanjang landasan sehingga memicu ledakan dan kobaran api muncul pada bagian bawah pesawat.


Rekaman NHK menunjukkan api muncul dari dekat mesin pesawat dan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api.  

"Sekitar 70 truk pemadam kebakaran dikerahkan setelah insiden tersebut, yang terjadi pada pukul 17.47, pesawat tersebut hampir seluruhnya dilalap api pada pukul 18.30," bunyi tayangan video tersebut.

Tabrakan itu mengakibatkan lima orang dari enam awak pesawat penjaga pantai meninggal dunia dan kaptennya menderita luka parah.

Sementara itu, 367 penumpang dan 12 awak yang dibawa Japan Airlines semuanya dapat dievakuasi dengan selamat tanpa cedera.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut.

Seorang analis penerbangan, Yoshitomo Aoki mengaku belum pernah mendengar berita tabrakan sebesar ini di bandara Jepang.

Sebab, setiap pesawat, dilengkapi dengan kendali lalu lintas udara yang dirancang untuk mencegah kecelakaan.

"Pengawas lalu lintas udara di bandara mengeluarkan instruksi yang benar dan pilot mengikutinya," kata Aoki.

Setelah insiden tabrakan, semua landasan pacu Haneda ditutup sekitar pukul 6 sore waktu setempat.

Penerbangan dialihkan ke bandara di seluruh negeri, termasuk Bandara Narita di Prefektur Chiba, Bandara Chubu Centrair dekat Nagoya dan Bandara Kansai di Prefektur Osaka, menurut aplikasi Flightradar24.

Insiden ini terjadi pada salah satu periode perjalanan tersibuk tahun ini, dengan jutaan orang Jepang bepergian dan kembali ke kampung halaman mereka untuk liburan Tahun Baru.

Haneda adalah bandara tersibuk di Jepang, melayani hampir 90 juta.  Bandara ini merupakan hub bagi Japan Airlines, All Nippon Airways dan beberapa maskapai penerbangan kecil.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya