Berita

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat jumpa media awal tahun 2024 PDI Perjuangan, Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Selasa (2/1)/RMOL

Politik

Soal Debat Ketiga, PDIP Pastikan Ganjar-Mahfud Punya Konsep Pertahanan Berbeda

SELASA, 02 JANUARI 2024 | 18:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Seluruh calon presiden tengah bersiap untuk menghadapi debat ketiga pada 7 Januari 2024 mendatang. Tema debat nanti adalah soal Pertahanan dan Keamanan (Hankam), Hubungan Internasional, dan Geopolitik.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menuturkan, calon presiden Ganjar Pranowo akan memberikan konsep pertahanan yang berbeda dalam debat nanti.

“Di situ juga menunjukkan diferensiasi dari Pak Ganjar-Prof Mahfud, di mana konsep pertahanan yang dikedepankan itu dengan melihat konstelasi geografis, dengan melihat kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Sehingga kita harus menatap laut sebagai jalan masa depan kita,” kata Hasto dalam jumpa media awal tahun 2024 PDI Perjuangan, Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Selasa (2/1).


Menurutnya, Ganjar akan berbeda dengan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, soal pertahanan yang kerap melakukan pengadaan alutsista dengan membentuk PT Teknologi Militer Indonesia yang diisi oleh para sahabatnya.

“Nah ini yang membedakan antara kekuatan pergerakan rakyat yang membangun kekuatan pertahanan ditinjau dari kemampuan anak bangsa, di dalam mengembangkan industri alutsista nasional, daripada sekadar beli, beli, dan beli,” ujarnya.

Hasto menuturkan, untuk mengadakan alutsista pemerintah meminjam uang luar negeri hingga mencapai Rp386 triliun, di saat rakyat jelata menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari.

“Pak Prabowo justru malah menambah utang luar negeri sebesar (Rp) 386 triliun, untuk beli alutsista bukan dengan cara memberdayakan industri nasional kemampuan anak-anak bangsa untuk melakukan suatu loncatan kemajuan dengan percaya pada kemampuan sendiri,” tutupnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya