Berita

Ketua Tim Penjadwalan TPN Ganjar-Mahfud, Aria Bima/RMOL

Politik

Kubu Prabowo-Gibran Pede Satu Putaran, TPN Ganjar-Mahfud Akui Komunikasi dengan Amin

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 19:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud mengakui terus berkomunikasi dengan Timnas Anies-Muhaimin (Amin) dalam menghadapi Pilpres 2024.

Pasalnya, para pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, terlalu percaya diri bahwa Pilpres 2024 akan berjalan satu putaran.

“Putaran kedua saling dinamis, masih sangat dinamis. Saya kira, untuk melihat putaran kedua, itu yang kami yakini dengan 01. Karena 02 terlalu yakin satu putaran. Kami dengan 01 tidak yakin satu putaran, pasti dua putaran,” kata Ketua Tim Penjadwalan TPN Ganjar-Mahfud, Aria Bima, kepada wartawan di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/1).


Aria menambahkan, komunikasi yang dilakukan pendukung Ganjar-Mahfud dengan pendukung Amin juga antara lain membicarakan soal Pilpres 2024 yang diyakini pasti berjalan dua putaran.

“Kita tanya, lu percaya satu putaran? Enggak. Nah lu enggak, gue enggak. Gitu saja,” kata politikus PDIP ini.

Sebab, sambung Aria, meskipun hasil beberapa lembaga survei nasional memprediksi Pilpres 2024 bisa berjalan satu putaran, namun pada realitasnya di masyarakat justru hal itu sulit terjadi.

“Karena gini lho, ini kan ada opini publik, dibangun lewat survei, kemudian diglorifikasi satu putaran, kemudian survei yang harusnya memotret realitas tapi ini menggiring realitas opini yang ada,” jelas Aria.

Kendati demikian, Aria menegaskan bahwa hingga saat ini komunikasi dengan pendukung Amin tidak dalam konteks deal-deal politik untuk menyatukan kekuatan.

“Kami harus optimistis dua putaran, makanya you (pendukung Amin) tetep kampanye yang maksimal, kami yang maksimal. Enggak ada. Kita masih jalan. Deal gimana? Lha kalau dia yang menang gimana? Kalau saya yang menang gimana? Enggak ada. Kita ingin dua putaran,” pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya