Berita

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan KSAD Maruli Simanjuntak/RMOL

Politik

Jokowi Diminta Ganti Panglima TNI dan KSAD Imbas Relawan Ganjar Dianiaya Oknum Prajurit

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 17:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kematian satu orang relawan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, membuat Presiden Joko Widodo didesak untuk mengganti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Menurut Direktur Imparsial, Gufron Mabruri, aksi main hakim sendiri sejumlah anggota TNI dari Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Boyolali mencerminkan sikap tidak profesional TNI.

Pasalnya, alasan pihak TNI bahwa tindakan pemukulan itu karena terganggu oleh suara knalpot bising dari motor rombongan relawan Ganjar-Mahfud saat berkampanye di jalan raya, menunjukkan seolah ada sikap tidak netral.


"Koalisi menilai, Panglima TNI dan KSAD gagal menjaga netralitas TNI dalam Pemilu 2024. Rusaknya netralitas harus diperbaiki dengan proses hukum yang adil dan benar," ujar Gufron dalam keterangan tertulis bersama beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) lainnya, Senin (1/1).

Oleh karena itu, dia meminta agar tindakan oknum TNI di Boyolali yang memukul seorang hingga meninggal dunia, dan 4 orang lainnya luka berat, harus ditindak dengan seadil-adilnya.

Ditambah, dia juga mendesak Presiden Jokowi mengevaluasi pucuk tertinggi kepemimpinan di TNI. Di mana, yang diminta diberi sanksi pencopotan bukan hanya Jenderal Agus Subiyanto tapi juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak.

"Atas dasar hal tersebut, koalisi mendesak Presiden Joko Widodo dan DPR RI untuk mengevaluasi dan mencopot Panglima TNI dan KSAD yang gagal mengontrol anggota, sehingga terjadi penganiayaan berakibat kematian yang berulang dan gagal menjaga citra TNI untuk bersikap netral dalam Pemilu 2024," demikian Gufron.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya