Berita

Pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim/Ist

Politik

Pengamat: Mesin Partai Penyokong Ganjar-Mahfud Belum Kerja Maksimal

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 12:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mesin partai politik yang menyokong pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dianggap belum bekerja maksimal, sehingga hasil survei internal, Ganjar-Mahfud masih di bawah pasangan Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim menanggapi hasil survei internal Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud yang menunjukkan bahwa Ganjar-Mahfud meraih elektabilitas di angka 37 persen, selisih 4 persen dengan Prabowo-Gibran yang meraih elektabilitas sebesar 41 persen.

"Hasil survei ini bisa ditafsirkan dari dua sisi. Pertama, Ganjar-Mahfud mulai mengejar ketertinggalan elektabilitasnya dengan Prabowo-Gibran. Kedua, mesin partai politik yang menyokong Ganjar-Mahfud belum bekerja secara maksimal pada tataran operasional," kata Wildan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/1).


Seharusnya, kata Wildan, untuk urusan elektoral semacam ini, PDI Perjuangan punya pakarnya, yakni Bambang Pacul. Hasil survei internal itu harus disikapi sangat serius oleh TPN dan juga oleh Bambang Pacul.

"Boleh jadi, kepakaran Pak Bambang saat ini sedang diuji agar pasangan Ganjar-Mahfud ini bisa memainkan jurus gaspoll yang kerap disuarakan di masa kampanye," terang Wildan.

Menurut dosen ilmu komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia ini, stagnasi raihan elektabilitas Ganjar-Mahfud sangat mungkin disebabkan oleh terbelahnya porsi dukungan yang dihasilkan dari Jokowi effect.

Di mana, sebelum muncul nama Gibran sebagai cawapresnya Prabowo, Jokowi effect menjadi milik PDIP. Sebab, Jokowi merupakan kader partai banteng.

"Persepsi dan opini publik dengan mudah dibangun dengan menyatakan bahwa keberhasilan Jokowi sebagai presiden tidak lepas dari komitmen partai untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia," jelasnya.

Namun saat ini, lanjut Wildan, situasinya menjadi terbelah, yang menyebabkan dukungan dari rakyat juga akan terbelah. Mengingat, Ganjar dan Gibran sama-sama berjanji akan melanjutkan program kerjanya Jokowi.

"Jadinya, publik bimbang. Kebimbangan yang dihadapi oleh undecided voters ini harus bisa diatasi oleh TPN pasangan nomor 3," tutur Wildan.

Wildan menilai, persepsi publik terhadap sosok capres dan cawapres terbentuk oleh informasi yang menerpa mereka. Selain faktor informasi yang menerpa publik, pendekatan berbasis teritorial kepada konstituen juga harus diperhitungkan.

"Kampanye tatap muka pada akhirnya tetap diperlukan dan akan punya dampak terhadap elektabilitas atau tingkat keterpilihan figur yang mengikuti kontestasi Pilpres 2024. Dukungan nyata dari para caleg untuk mengenalkan para figur ini juga harus dimainkan. Mesin partai itu bekerja dengan melihat kinerja pengurus parpol, para caleg, dan simpatisannya. Tiga simpul ini harus digerakkan secara konsisten," pungkas Wildan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya