Berita

Ilustrasi/RMOL

Politik

Capres Harus Yakinkan Publik Soal Visi Hubungan Internasional dan Geopolitik

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 11:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tiga calon presiden (capres) yang akan bertarung di Pilpres 2024 nanti harus mampu meyakinkan publik dengan penyampaian visi-misi dalam persiapan hubungan internasional dan geopolitik.

Menurut Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, meskipun tema debat capres yang akan diselenggarakan KPU RI pada Minggu besok (7/1) berhubungan dengan jabatan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, belum tentu Prabowo menguasai geopolitik dan hubungan internasional.

"Terkait dengan geopolitik dan hubungan internasional belum tentu dikuasai oleh Prabowo Subianto," kata Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/1).


Terkait geopolitik dan hubungan internasional saat ini yang paling menonjol kata Muslim, adalah soal Laut Natuna Utara, konflik China-Taiwan, konflik China-Uighur, Rohingya, hingga perang Israel-Palestina.

"Isu-isu di atas tentunya akan menjadi tema bahasan utama dalam debat nanti. Tapi yang paling terkait langsung dengan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia adalah bantuan dan sokongan dari Bangsa Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia," tuturnya.

Muslim berharap, ketiga capres, yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo harus mampu meyakinkan publik bahwa jika masing-masing nantinya terpilih dan menjadi Presiden periode 2024-2029, maka akan terus berusaha memberikan bantuan ke Palestina untuk dapat mencapai kemerdekaan.

Tak hanya itu, ketiga capres juga harus mampu meyakinkan publik atas sikap tegas bangsa Indonesia terkait Laut Natuna Utara.

"Selain itu di dalam negeri, isu-isu Papua juga dilihat secara komprehensif. Apalagi dengan kematian Lukas Enembe beberapa waktu lalu menimbul kerusuhan di Jayapura. Ini pun pasti mengundang perhatian internasional," pungkasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya