Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Ist

Politik

Usut Tuntas Kasus Boyolali, TNI Harus Jaga dan Kawal Pemilu

MINGGU, 31 DESEMBER 2023 | 19:02 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

TNI Angkatan Darat harus mengusut tuntas dan menindak tegas oknum penganiaya relawan Capres-Cawapres Nomor Urut, 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD, demi menjaga dan mengawal Pemilu 2024 secara kondusif.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menanggapi penganiayaan yang dialami relawan Ganjar-Mahfud di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/SBH, Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Sabtu (30/12).

"Pihak TNI AD harus mengusut tuntas dan menindak tegas oknum yang menganiaya relawan Ganjar-Mahfud. Jika tidak, TNI AD akan dianggap tidak profesional," tegas Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (31/12).


Karena, sambung dia, tugas TNI AD itu melindungi rakyat dan menjaga pertahanan keamanan. Apalagi saat ini tahun politik, sudah seharusnya TNI AD dan TNI secara keseluruhan menjaga dan mengawal Pemilu 2024 damai dan kondusif.

"Jika tidak, maka Panglima TNI yang paling bertanggung jawab, terlebih jika memicu konflik di masyarakat. Apalagi terkait tim relawan," pungkas Muslim.

Sebelumnya, Kapuspen TNI, Brigjen TNI Nugraha Gumilar, membenarkan peristiwa itu.

“Iya benar, oknum tersebut dalam proses pemeriksaan Denpom Surakarta. Kronologi kejadian masih dalam penyelidikan,” kata Kapuspen, saat dihubungi wartawan, Sabtu (30/12).

Sementara, Kadispen TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Kristomei Sianturi, membeberkan kronologi peristiwa Sabtu (30/12) itu.

“Memang benar, sekitar pukul 11.00 WIB (Sabtu, 30/12) di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/SBH, Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, telah terjadi tindakan main hakim sendiri yang diduga melibatkan beberapa oknum prajurit Kompi Senapan B," katanya.

Peristiwa itu mengakibatkan 7 anggota masyarakat mengalami luka-luka, atas nama Slamet Andono (26), Arif Diva (20), Jaya Iqbal (22), Dimas Irfandi (22), Yanuar (22), Parjono (51), dan Lukman (19).

Menurut Kadispenad, informasi yang diterima, peristiwa terjadi spontanitas, karena kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

"Bermula pukul 11.00 WIB, beberapa anggota Kompi B sedang bermain bola voli, tiba-tiba mendengar suara bising rombongan sepeda motor knalpot brong yang digeber gasnya oleh pengendara, melintas di jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali," ungkapnya.

Seketika beberapa anggota yang sedang bermain bola voli keluar gerbang dan menghentikan, lalu menegur pengendara motor yang menggeber knalpotnya. Terjadi cekcok mulut dan berujung terjadinya tindak penganiayaan oleh oknum anggota.

Saat ini, lanjut dia, TNI AD melalui Kodam IV/Diponegoro, masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukan beberapa oknum anggota TNI AD itu.

"KSAD melalui Pangdam IV/Diponegoro, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Boyolali atas kejadian itu, dan telah memerintahkan Danyonif Raider 408/SBH dan Denpom IV/4 Surakarta menahan 15 prajurit terduga kasus penganiayaan, guna memeriksa, menyelidiki dan mendalami keterlibatan oknum tersebut, serta melakukan proses hukum, sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.

Video aksi penganiayaan itu viral di media sosial X, Sabtu sore (30/12). Salah satunya diunggah akun @YRadianto. Video itu memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap pengemudi sepeda motor yang dilakukan sejumlah orang.

"Relawan Ganjar yang baru selesai mengikuti acara di Boyolali dicegat oknum TNI dari Batalyon 408 dan dibawa masuk pos penjagaan. Selanjutnya yang bersangkutan dianiaya dengan alasan menaiki motor dengan knalpot bersuara keras. Lokasi kejadian di lampu merah sonolayu kab. Boyolali Jateng. Terlihat para pelaku memang sudah punya niat dengan menunggu untuk kemudian menghadangnya,” tulis @YRadianto.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya