Berita

Suasana deklarasi guru swasta di Kabupaten Demak untuk Prabowo-Gibran/Ist

Politik

Ratusan Guru Swasta Kabupaten Demak Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

MINGGU, 31 DESEMBER 2023 | 17:47 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Ratusan guru swasta di Kabupaten Demak deklarasi dukungan untuk Prabowo-Gibran.

Mereka terdiri dari mulai guru sekolah dasar sederajat hingga SMA ataupun MA dan SMK. Para guru itu memenuhi kantor MWC NU Wedung, di Desa Sedo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Deklarasi dihadiri Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Kabupaten Demak, Maskuri, Minggu (31/12).

Menurut Maskuri, lewat keterangan tertulis, dukungan para guru swasta pada Prabowo-Gibran itu dilakukan secara mandiri.


"Tadi teman-teman guru swasta, ustad dan ustazah yang tergabung di lembaga pendidikan Ma'arif NU berkumpul, ada ratusan orang, mereka menyatakan dukungan untuk Prabowo Gibran," katanya.

Dia juga menuturkan, ada beberapa alasan para guru swasta mendukung Prabowo-Gibran, diantaranya visi misi yang selaras dengan perjuangan Nahdlatul Ulama, serta program makan siang gratis.

"Prabowo-Gibran dinilai memberi perhatian khusus kepada pelajar, santri, soal makan gratis dan susu. Itu mengurangi beban pesantren," ungkapnya.

Para guru juga merespon baik langkah memperbaiki dan melanjutkan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Sebagai Ketua TKD, Maskuri mengapresiasi deklarasi yang dilakukan para guru swasta. "Kami memang memberi ruang kebebasan kepada relawan, sebagai bentuk demokrasi," tuturnya.

Di sisi lain, koordinator guru swasta se Kabupaten Demak, Hafidin, mengatakan, pihaknya setuju dan mendukung visi misi mensejahterakan guru swasta.

"Visi misi Prabowo-Gibran itu mensejahterakan guru swasta dan pondok pesantren, itu kami dukung," kata Hafidin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya