Berita

Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis/RMOL

Politik

TPN Minta Panglima TNI Turun Tangan Terkait Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali

SABTU, 30 DESEMBER 2023 | 23:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD meminta Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, untuk turun tangan dan menindak tegas oknum anggota TNI yang diduga terlibat penganiayaan relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali. Pasalnya, penganiayaan terjadi di pos TNI setempat.

Permintaan itu disampaikan langsung Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12).

"Kalau itu benar, kami ingin minta kepada Panglima TNI untuk mengambil tindakan yang tegas dan mempertanggungjawabkan secara hukum mereka yang melakukan tindak kekerasan," tegasnya.


Selain di Boyolali, Todung juga menyebut bahwa pendukung Ganjar-Mahfud ada yang tewas karena dianiaya di Klaten, Jawa Tengah. Para pendukung Ganjar-Mahfud itu menjadi korban penganiayaan usai menghadiri acara kampanye pasangan capres-cawapres nomor urut 3.

"Yang meninggal dunia ada di Klaten dan yang luka-luka itu empat di Boyolali. Mereka yang meninggal dunia ini adalah relawan pendukung Ganjar-Mahfud dan yang diduga mengalami kekerasan dan brutalitas oknum (pendukung) paslon yang lain," jelasnya.

Lebih jauh, Todung menegaskan bahwa penganiayaan bernuansa politik ini tidak bisa dibenarkan dan tidak bisa dibiarkan. Terlebih, Ganjar-Mahfud berkomitmen mewujudkan Pemilu 2024 berjalan damai, tertib, dan sesuai aturan.

"Jadi semua brutalitas dan tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan itu melanggar hukum dan itu tidak bisa kita terima dan kita akan memproses ini secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tambahnya.

Todung juga menyebut bahwa penganiayaan dan kekerasan membahayakan bagi demokrasi Indonesia karena menimbulkan iklim ketakutan. Atas dasar itu, TPN Ganjar-Mahfud meminta TNI dan Polri mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan yang terjadi.

"Kami minta kepada semua kontestan pilpres untuk betul-betul menghormati hukum dan tidak main kekerasan dan tidak main hukum dan tunduk pada aturan main yang berlaku," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya