Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Perangi Konten AI Palsu: Nikon, Sony dan Canon Siap Rilis Kamera Berteknologi Canggih

SABTU, 30 DESEMBER 2023 | 12:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kecanggihan teknologi kecerdasan buatan atau AI telah membuka celah bagi para penyebar konten palsu di internet, baik berupa gambar maupun video realistis.

Untuk itu, para ahli di perusahaan kamera Jepang, Nikon, Sony, dan Canon saat ini sedang mengembangkan teknologi yang dapat menyematkan tanda tangan digital pada gambar yang dapat membedakan sebuah gambar asli atau palsu.

Nikkei melaporkan Sabtu (30/12), Nikon akan menawarkan kamera mirrorless dengan teknologi otentikasi tersebut untuk jurnalis foto dan profesional lainnya.  


Dikatakan bahwa tanda tangan digital yang tahan terhadap kerusakan akan mencakup informasi seperti tanggal, waktu, lokasi, dan fotografer.

Upaya-upaya tersebut dilakukan seiring dengan semakin banyaknya pemalsuan yang realistis, seperti deep fake, sehingga menguji penilaian produsen konten dan pengguna.

Kemudian Sony, yang akan merilis teknologi untuk menggabungkan tanda tangan digital ke dalam tiga kamera SLR mirrorless kelas profesional melalui pembaruan firmware pada musim semi 2024. Perusahaan juga sedang mempertimbangkan untuk membuat teknologi tersebut kompatibel dengan video.

Saat seorang fotografer mengirimkan gambar ke organisasi berita, server autentikasi Sony mendeteksi tanda tangan digital dan menentukan apakah gambar tersebut dihasilkan oleh AI. Sony dan The Associated Press menguji alat ini di lapangan pada bulan Oktober 2023.

Sony akan memperluas jajaran model kamera yang kompatibel dan melobi media lain untuk mengadopsi teknologi ini.

Sementara Canon akan merilis kamera dengan fitur serupa pada awal tahun 2024. Perusahaan juga mengembangkan teknologi yang menambahkan tanda tangan digital pada video.

Canon membentuk tim proyek pada tahun 2019 dan telah menjalin kerja sama pengembangan dengan Thomson Reuters dan Starling Lab for Data Integrity, sebuah lembaga yang didirikan bersama oleh Universitas Stanford dan Universitas Southern California.

Selain itu, Canon juga merilis aplikasi manajemen gambar untuk mengetahui apakah gambar diambil oleh manusia atau bukan.

Saat ini, kapasitas untuk membuat gambar palsu semakin meningkat.  

Para peneliti dari Universitas Tsinghua di China pada bulan Oktober mengusulkan teknologi AI generatif baru yang disebut model konsistensi laten, yang dapat menghasilkan sekitar 700.000 gambar setiap hari.

Upaya memerangi konten palsu juga telah dilakukan perusahaan teknologi.

Agustus 2023, Google merilis alat yang menyematkan tanda air digital yang tidak terlihat ke dalam gambar yang dihasilkan AI.  

Pada tahun 2022, Intel mengembangkan teknologi untuk menentukan keaslian suatu gambar dengan menganalisis perubahan warna kulit yang menunjukkan aliran darah di bawah kulit subjek.  

Sementara Hitachi sedang mengembangkan teknologi pembuktian palsu untuk otentikasi identitas online.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi BGN

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:12

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Harus Dicegah dan Diusut

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:00

Bung Karno Sang Orator

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:38

Tangis Megawati Pecah saat Wajah Bung Karno Muncul di Langit Gelora Bung Tomo

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:20

Jangan Takut, tapi Tetap Waspada soal Isu Rusuh Agustus Jilid II

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:07

15 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Pelimpahan Nomor Porsi Haji 2026 Diperiksa

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:33

Tim Hukum Hukum Ungkap 30 Pelanggaran Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:20

DSI Resmi Beroperasi, Ini Jajaran Direksi dan Komisarisnya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:02

Soekarno Cup 2026 Libatkan 400 Talenta Muda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:31

Mustahil Sjafrie Larang Mahasiswi Unhan Berjilbab

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya