Berita

Rapat pleno terbuka terkait Perubahan Metode Memilih di Luar Negeri pada Pemilu 2024, dihadiri 7 pimpinan KPU RI beserta perwakilan partai politik dan tim pasangan capres-cawapres, di Ruang Sidang Utama Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, KamisĀ (28/12)/RMOL

Politik

Jumlah TPS Berkurang di Luar Negeri, Pemilih Potensi Membludak?

KAMIS, 28 DESEMBER 2023 | 14:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Metode pemilihan secara langsung melalui tempat pemungutan suara di luar negeri (TPS-LN), bagi warga negara Indonesia di beberapa negara mengalami perubahan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asyari menjelaskan, ada kondisi tertentu yang menuntut perubahan metode pemilihan tidak di TPS-LN.

"Metode TPS-LN menjadi 807, berarti mengalami penurunan jumlah TPS," ujar Hasyim dalam acara Rapat Pleno Terbuka Perubahan Pemilihan Luar Negeri, di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).


Dia mengurai, jumlah tersebut lebih rendah dari penetapan daftar pemilih tetap luar negeri (DPT-LN) per tanggal 20 hingga 21 Juni 2023, yang termuat dalam Keputusan KPU 857/2023.

"(Di beleid itu disebutkan) metode TPS-LN ada sebanyak 828 TPS-LN, KSK (kotak suara keliling) 1.580, dan metode pos 651. Jadi totalnya 3.059 metode pemilih," urai Hasyim.

Anggota KPU RI dua periode itu menguraikan, angka perubahan TPS-LN menjadi 807 terjadi di 4 wilayah Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) antara lain PPLN Praha; PPLN Makau dan Hong Kong; PPLN Frankfurt; dan PPLN New York.

Hasyim mencontohkan salah satu daerah yang berkurang jumlah TPS-LN, karena tidak mendapatkan izin dari otoritas pemerintah setempat.

"Mengalami penurunan jumlah TPS layanan penggunaan TPS karena situasi lokal yang tidak memungkinkan, seperti tadi di Hong Kong," ucap Hasyim menyebutkan.

Karena pengurangan jumlah TPS-LN itu, Hasyim mengatakan metode pemilihan lain bertambah menjadi 1.582 dari 1.580, seperti metode KSK di New York dari 2 KSK menjadi 5 KSK. Namun, ada pengurangan 1 KSK di Praha.

"Kemudian metode pos mengalami perubahan bertambah, semula 651 menggunakan metode pos, kemudian kita tetapkan menjadi 686 metode pos," urainya.

"Maka, metode layanan yang akan digunakan PPLN untuk melayani pemilih di luar negeri, meliputi 3 metode tersebut totalnya 3.075," sambung Hasyim.

Lebih lanjut, Anggota KPU RI dua periode itu memastikan, perubahan metode pemilihan di luar negeri tidak mempengaruhi jumlah pemilh.

"Total pemilih kita baik di dalam negeri maupun di luar negeri 204.807.222 dengan komposisi pemilih perempuan 102.588.719 atau 50.09 persen dan pemilih laki2 102.218.503 atau 49,91 persen," demikian Hasyim menambahkan.

Berikut ini rincian perubahan metode pemilihan di 4 wilayah PPLN dari total 128 wilayah PPLN:

PPLN Praha

- Jumlah total pemillih: 383 Orang

- 211 orang memilih di 1 TPS-LN yang tersedia
 
- KSK dihapus, dari sebelumnya melayani 46 pemilih

- Pemilih yang memilih menggunakan metode pos berubah dari 126 menjadi 172 orang.

PPLN Hong Kong dan Makau

- Jumlah total pemilih: 164.691 orang

- 2.390 orang memilih di 4 TPS-LN yang diizinkan berdiri di Hong Kong, dari awalnya direncanakan 31 TPS-LN berdiri untuk melayani 76.174 orang.
 
- KSK ditiadakan sedari awal

- Pemilih yang memilih menggunakan metode pos berubah dari 88.517 menjadi 162.301 orang, dengan perubahan jumlah pos dari 9 menjadi 36 pos.

PPLN New York

- Jumlah total pemilih: 10.961 orang

- 2.352 orang memilih di 5 TPS-LN yang diizinkan berdiri di Hong Kong, dari awalnya hanya diperbolehkan 2 TPS-LN.
 
- KSK berubah dari hanya berlangsung di 2 wilayah pemilihan menjadi 5 wilayah pemilihan, dengan jumlah pemilih tetap 6.647

- Pemilih yang memilih menggunakan metode pos tetap sebanyak 1.962 orang, tapi jumlah pos berubah dari 1 menjadi 5 pos.

PPLN Frankfurt

- Jumlah total pemilih: 11.437 orang

- Dari semula 285 menjadi 4.290 orang memilih di 5 TPS-LN yang diizinkan berdiri di Frankfurt, dari awalnya hanya diperbolehkan 1 TPS-LN.
 
- KSK ditiadakan

- Pemilih yang memilih menggunakan metode pos berubah dari 11.152 menjadi 7.174 orang, tapi jumlah pos berubah dari 1 menjadi 5 pos.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya