Berita

Cuplikan video yang menampilkan buruh lepas mandi di tumpukan beras Bulog/Net

Bisnis

Bulog Surabaya Pecat Buruh Lepas yang Viral Usai Mandi Beras

RABU, 27 DESEMBER 2023 | 12:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Video viral yang menampilkan seorang pekerja tanpa busana yang mandi di tumpukan beras di salah satu gudang Bulog menimbulkan kontroversi.

Pasalnya, video tersebut benar diambil di salah satu gudang beras pelat merah, yang telah memantik banyak kritikan dari warganet.

Manajer Humas dan Kelembagaan Perum Bulog, Tomi Wijaya, telah menelusuri video itu dan mengonfirmasi kejadian tersebut dalam unggahannya di Instagram.


"Kejadian dalam video tersebut benar terjadi di Gudang Bulog Banjar Kemantren 2 Surabaya Utara pada Selasa lalu (19/12). Saat proses pengarungan kembali beras, sobek karena proses handling beras impor dari kapal sampai ke gudang," kata Tomi pada Selasa (26/12).

Dikatakan Tomi, beras yang sempat dimainkan itu akan diolah kembali di mesin Rice to Rice (RtR) milik Bulog.

Menurut Tomi, Bulog akan segera menindak tegas kejadian tersebut yang disebut melawan komitmen Bulog yang tengah berupaya mengamankan pasokan dan kualitas berasnya.

Dalam berita terbaru, Kantor Cabang Bulog Surabaya Utara diketahui telah memecat pekerja itu, yang merupakan buruh lepas di pabrik tersebut.

"Bahwa yang bersangkutan itu adalah buruh harian lepas, dan saat ini kita sudah tindaklanjuti bahwa buruh tersebut sudah tidak kerja lagi di sini," kata Kepala Kantor Bulog Cabang Surabaya Utara Sugeng Hardono, seperti dikutip Rabu (27/12).

Video tersebut sebelumnya telah menciptakan perbincangan di media sosial, dengan beberapa warganet mengaitkan aksi tersebut dengan potensi bau apek pada beras, dan beberapa lainnya berkomentar dengan narasi negatif.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya