Berita

Komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil/Ist

Politik

Fenomena Kader Dukung Paslon Lain Tidak Pengaruhi Kekuatan Parpol

SENIN, 25 DESEMBER 2023 | 17:01 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kader yang tidak sejalan dengan partai politiknya untuk mendukung pasangan capres-cawapres yang sudah dideklarasikan dianggap merupakan fenomena biasa. Bahkan, kader yang berbelok arah dukungan dianggap sebagai barisan sakit hati.

Hal itu disampaikan komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil menanggapi fenomena kader partai di bawah yang mendukung pasangan capres-cawapres lain yang tidak sesuai dengan arah dukungan parpolnya.

Misalnya, belakangan ini muncul simpatisan PKB Magelang yang mendukung Capres-Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Lalu ada ada Caleg PAN yang mendukung Capres-Cawapres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.


Kemudian ada juga kader PPP yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

"Fenomena kader partai yang tidak sejalan dengan partainya. Jadi partainya mengusung apa, kadernya mengusung apa. Saya kira ini biasa lah. Ini hanya narasi-narasi dari permainan politik, tidak ada suatu hal yang spesial," kata Kang Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (25/12).

Menurut dia, hal tersebut tidak akan membuat kekuatan dari parpol tersebut berkurang pada Pemilu 2024 mendatang.

"Karena apa? Karena tidak terjadi eksodus. Itu hanya segelintir dan yang segelintir itu biasanya adalah barisan sakit hati, orang-orang buangan di partainya yang memang tidak diberikan porsi di partainya,” beber Kang Tamil.

“Mereka juga tidak memiliki kontribusi di partainya, tidak memiliki ruang di partainya, lalu mereka manuver agar apa, agar kira-kira bisa mendapat nilai lebih di seberang dari arah partainya," pungkas Kang Tamil.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya