Berita

Ketua Umum Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia (Persami), Siti Nur Azizah/Ist

Bisnis

Persami Ingatkan Pentingnya Kesehatan Fisik dan Mental Perempuan

SENIN, 25 DESEMBER 2023 | 14:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peran penting perempuan dalam menciptakan dan membangun generasi yang cakap di berbagai bidang sangat diperlukan. Oleh karenanya, kesehatan fisik dan mental perempuan juga sangat penting untuk menopang hal tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia (Persami), Siti Nur Azizah dalam keterangannya, Senin (25/12).

Menurut Nur Azizah, peranan perempuan sangat penting bak sekolah pertama dan sekolah yang utama untuk membangun generasi bangsa. Dikatakan Nur Azizah, Negara akan kuat dan baik jika perempuannya kuat atau baik secara fisik maupun mental.


“Apalagi kita ingin Indonesia di 2045 menjadi Indonesia Emas, perempuan berperan penting di situ,” kata Nur Azizah.

Dia menyadari kesehatan mental perempuan dirasakan masih rentan ketika menghadapi sejumlah persoalan pada kehidupan. Untuk itu, sejumlah pelaku usaha, birokrat hingga komunitas tergabung dalam Persami berupaya mengatasi persoalan kesehatan mental yang kerap dialami kaum perempuan melalui gelaran ini.

Sebagai organisasi perempuan yang mewadahi para saudagar muslimah, kata Nur Azizah, Persami tidak hanya fokus tentang penguatan ekonomi keluarga. Namun juga, memiliki kepedulian terhadap kesehatan baik fisik maupun mentalnya.

“Kami berharap melalui kegiatan kajian ini organisasi Persami lebih punya kepedulian terhadap kesehatan mental perempuan,” ungkap dia.

Lebih lanjut ditekankan Nur Azizah, langkah penting untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045 ke depan dengan menyiapkan banyak generasi unggul. Untuk itu, Persami melihat kesehatan mental perempuan menjadi bagian penting dari gaya hidup (lifestyle) halal yang harus diperhatikan.

Pasalnya, sambung Nur Azizah, gaya hidup halal bisa membangun kehidupan seimbang. Hal itu berpengaruh besar terhadap kesehatan mental perempuan. Terlebih di era disrupsi, banyak sekali ketidakseimbangan yang terjadi, antara apa yang diharapkan dan apa yang terjadi.

Contohnya, ketika menghadapi persoalan dalam kehidupan, seperti soal keuangan, perubahan gaya hidup, tekanan pekerjaan, tekanan sosial dan juga banyaknya informasi yang tidak baik atau hoax. Kondisi tersebut dinilai tidak menyenangkan bagi perempuan dan para Ibu.

“Kondisi seperti itu pada akhirnya mempengaruhi kehidupan anak, suami, begitu juga keluarga besar sehingga dibutuhkan penguatan, perlu ada resiliensi atau ketahanan diri dari seorang Ibu atau perempuan. Jadi diangkat tema ‘Sholawat Damai untuk Mewujudkan Kesehatan Mental Perempuan Menuju Indonesia Unggul’,” tutur dia.

Kajian dan mengaji dinilai penting sebagai pondasi agar perempuan memiliki ketahanan. Selain itu memiliki kemampuan beradaptasi sehingga bisa bangkit dari persoalan kehidupan dihadapi. Dengan mental yang sehat, perempuan akan lebih produktif serta memberikan manfaat tidak hanya untuk keluarga tapi juga untuk agama, bangsa dan negara.

“Melalui kajian ini, kami harap para Muslimah khususnya anggota persami dapat memperkuat dirinya dan memiliki kesadaran agar mereka bisa mencintai dirinya sendiri sebelum mencintai orang lain,” bebernya.

Persami juga melaksanakan program sosialisasi dan edukasi untuk memperkuat narasi dan keterampilan para perempuan muslimah.

“Sehingga dapat membangun mindfulness dan growth mindset mereka,” tegas dia.

Dengan begitu, para perempuan bisa melihat persoalan kehidupan dalam sudut pandang yang positif, sehingga lebih produktif dan lebih bijak dalam bersikap dan mampu menghadirkan peluang peluang yang dapat lebih meningkatkan kesejahteraannya.

“Apalagi di tahun politik saat ini, banyak perempuan jadi calon legislatif (Caleg). Sangat rentan untuk mengalami depresi ataupun gangguan kesehatan mental,” jelas dia.

Hadir di acara kajian ini adalah pengurus Persami pusat, daerah maupun persami LN dari 32 negara, Diaspora, Majlis Taklim, akademisi dan juga komunitas komunitas.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Penegakan Hukum Sengketa Perubahan Legalitas Soksi Tak Boleh Tebang Pilih

Senin, 18 Mei 2026 | 00:23

MUI Lega Sidang Isbat Iduladha Tak Munculkan Perbedaan

Senin, 18 Mei 2026 | 00:04

Rombongan Trump Buang Semua Barang China, Pengamat: Perang Intelijen Masuk Level Paranoia Strategis

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:34

GEM Kembangkan Ekosistem Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13

Data Besar, Nasib Berceceran

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00

Bobotoh Penuhi Jalanan Kota Bandung, Otw Hattrick Juara!

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:40

Relawan: Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Baik

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:12

Bagaimana Nasib Jakarta Setelah Putusan MK?

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:44

Teguh Santosa: Indonesia Tidak Bisa Berharap pada Kebaikan Negara Lain

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00

BNI: Kemenangan Leo-Daniel Hadiah Istimewa untuk Rakyat Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 20:41

Selengkapnya