Berita

Debat cawapres pada Jumat 22 Desember 2023, (dari kiri) Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD/Ist

Dahlan Iskan

Trik SGIE

MINGGU, 24 DESEMBER 2023 | 06:35 WIB

MESKI lagi di Kowloon, saya ikuti debat cawapres kemarin malam. Lewat YouTube. Sebenarnya ada janji bertemu orang di sana malam itu. Bisa saya majukan sehari sebelumnya.

Saya ikuti debat itu karena penasaran. Di hari-hari sebelumnya, di salah satu grup WA yang saya ikuti, banyak anggota yang membayangkan betapa akan hancur "anak kecil" itu di debat nanti.

Ia begitu diremehkan. Sampai ada komentar yang menyindir tapi jenaka: baiknya KPU mengizinkan ia bawa kertas catatan. Disahut yang lain: juga boleh bawa laptop. Ditimpali satunya: kalau perlu boleh bawa tim ke panggung. "Sekalian boleh bawa bapaknya," sahut yang lain lagi.


Selesai debat, saya buka grup WA yang sama: ternyata banyak yang memuji "anak kecil" itu. Bahkan dinobatkan sebagai pemenang debat. "Menang telak," kata mereka.

Hanya ada satu WA yang mengatakan "anak kecil" itu sombong. Satu lagi mengatakan ia triki: menjebak cawapres lain dengan pertanyaan berupa singkatan, tanpa konteks.

Kalau saja pertanyaan itu ditambah enam kata mungkin kesan triki-nya bisa hilang. Misalnya ditambah "dalam ekonomi syariah kita mengenal singkatan SGIE...." Bagus. Tetap sulit tapi elegan.

Tapi hari ini saya tidak akan membahas soal debat itu. Satu jam sebelum debat saya menerima WA dari pengacara Surabaya: Eksi Anggraeni dijatuhi hukuman 7 tahun penjara --lebih ringan dari tuntutan jaksa yang 10 tahun. Tiga terdakwa lainnya, para manajer PT Antam, kena 66: enam tahun dan enam bulan.

Maka sepotong lagi serpihan berita "emas 6 ton PT Antam" perlu dirangkai. Eksi merasa dikorbankan. Wanita 54 tahun bermarga Kho ini masih penasaran: mengapa permintaan untuk menghadirkan satu saksi penting tidak dikabulkan. Juga: mengapa permintaan untuk melihat faktur asli tidak dipenuhi.

Saksi yang dimaksud Eksi adalah seorang pejabat di PT Antam. Namanya Nur Prahesti. Menurut Eksi, orang itu yang tiga kali menemuinyi di bulan Desember 2018. Orang itu yang mendesak agar Eksi cari pembeli lagi. Senilai Rp 92 miliar. Desember harus tutup buku.

Kesan Eksi, di tutup tahun itu Antam terasa seperti kepepet cash flow. "Beliau akhirnya berterus terang mengapa perlu uang begitu besar dalam waktu cepat," ujar Eksi. "Terus terang saja ini untuk menutup KMK di Bank Mandiri," ujar Eksi mengutip orang itu.

Kredit itu, kata Eksi mengutip kata-kata orang tersebut, untuk menutupi lubang akibat pernah ada korupsi di PT Antam. Yang korupsi sudah dibawa ke pengadilan tapi lubangnya masih menganga.

Sayangnya potongan itu tidak bisa dirangkai. Kalau saja saksi bisa dihadirkan akan jelas apakah keterangan Eksi itu benar.

Eksi sendiri masih sedikit lega. Dia tidak langsung masuk penjara. Waktu vonis itu dijatuhkan status Eksi adalah tahanan kota di perkara lain. Berarti dia masih bisa merawat mamanyi yang sudah tua. Itu yang terus jadi pikiran Eksi: siapa yang merawat mamanyi kalau dia di dalam penjara.

SGIE: Sial Gede Ini Eksi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya