Berita

Presiden Daihatsu Soichiro Okudaira meminta maaf atas pelanggaran yang meluas di dalam perusahaan pada konferensi pers pada 20 Desember/Net

Otomotif

Toyota dan Daihatsu Minta Maaf atas Skandal Uji Keselamatan

JUMAT, 22 DESEMBER 2023 | 10:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Eksekutif Toyota Motor dan anak perusahaannya Daihatsu Motor mengungkapkan permintaan maaf atas berbagai pelanggaran yang ditemukan di dalam unit tersebut. Panel independen mengungkapkan bahwa pelanggaran terjadi diakibatkan tekanan ekstrem yang dialami karyawan untuk mengembangkan kendaraan dengan cepat.

Dalam pernyataan, Daihatsu mengatakan akan menghentikan pengiriman semua mobil yang diproduksinya di Jepang dan negara lain, sementara Toyota akan menghentikan pengiriman model yang terkena dampak. Daihatsu juga mengatakan akan segera menghentikan produksinya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

“Kami telah mengabaikan untuk memahami beban dan kesulitan yang dihadapi karyawan saat mereka mengembangkan kendaraan dalam jangka pendek, dan menciptakan budaya perusahaan yang tidak dapat mematuhi aturan hukum,” kata Presiden Daihatsu Soichiro Okudaira pada konferensi pers Rabu (20/12), seperti dikutip dari Nikkei.


“Manajemen bertanggung jawab penuh atas hal ini," lanjutnya.

Wakil Presiden Eksekutif Toyota Hiroki Nakajima, yang hadir selama konferensi pers, mengatakan pihaknya menanggapi masalah saat ini dengan serius.

"Toyota, yang mengandalkan Daihatsu untuk mengembangkan dan membuat mobil kecil, juga menanggapi hal ini dengan sangat serius," kata Hiroki.

“Penyesalan terbesar adalah kami tidak dapat memahami situasi di departemen yang bertugas menguji kendaraan. Kebijakan kami selalu berhenti dan memeriksa situs dan produk sebenarnya ketika ada masalah, dan kami menyayangkan hal ini tidak meluas ke Daihatsu," ujarnya.

April lalu, Daihatsu mengumumkan bahwa mereka menemukan kelemahan dalam uji keselamatan tabrakan samping untuk empat model yang ditujukan untuk pasar luar negeri dan membentuk panel independen untuk meninjau masalah tersebut.

Kemudian pada Mei, mereka mengatakan telah menemukan masalah dalam pengujian kendaraan sport Rocky dan Toyota Raize. Produksi Rocky dan Raize sendiri sudah dihentikan.

Penyelidikan independen, yang berlangsung hampir delapan bulan, diyakini telah mengungkap kesalahan emisi dan data lingkungan lainnya.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya