Berita

Bank Sumsel Babel/RMOLSumsel

Hukum

SKANDAL BANK SUMSEL BABEL

Dari Manipulasi RUPS, Kredit Sindikasi, Sampai Pegawai Titipan (Bagian II)

JUMAT, 22 DESEMBER 2023 | 07:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Isu pegawai titipan pejabat turut menambah daftar panjang kasus dugaan manipulasi hasil RUPS Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Sumsel Babel (BSB) yang sedang ditangani Bareskrim Polri.

Isu ini pertama kali dilontarkan oleh pengamat hukum Sri Sulastri di tengah pemberitaan penyidikan dugaan manipulasi RUPS-LB BSB. Menurutnya, praktik pegawai titipan sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat Sumsel.

"Bukan lagi jadi rahasia umum, masyarakat juga mungkin banyak yang tahu," ujar Sri Sulastri dikutip dari Kantor Berita RMOLSumsel, Jumat (22/12).


Dari informasi yang didapat, Sri Sulastri mendengar adanya pegawai yang tidak memiliki kualifikasi pendidikan keilmuan perbankan namun bisa menembus posisi tertentu di BSB.

"Bagaimana orang tidak curiga jika ada seorang yang latar belakang pendidikan kebidanan bekerja di bank. Indikasi seperti inilah banyak dicurigai masyarakat pegawai titipan, memangnya mau bantu melahirkan di Bank," lanjut Sri Sulastri.

Selain itu, Sri Sulastri juga menyoroti adanya promosi jabatan yang tidak sesuai dengan sistem merit, reward and punishment yang umumnya berlaku di perusahaan profesional. Hal ini, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari hubungan kekeluargaan antara pegawai tersebut dengan pejabat di Sumsel.

"Jelas promosi jabatan itu ada mekanismenya, bagaimana seorang yang sebelumnya diketahui kepala cabang di daerah yang notabene kelas 3 bisa menduduki kepala cabang utama di Palembang. Prestasinya apa, kita tidak tahu, namun kabar yang beredar masih keluarga pejabat. Apakah ini bukan titipan?" tegasnya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Sri Sulastri khawatir akan menimbulkan dampak buruk terhadap kinerja perbankan. Bukan tidak mungkin mempengaruhi kepercayaan publik di Sumsel dan Babel.

"Bahaya sekali jika pegawainya tidak kompeten, bisa memengaruhi kepercayaan masyarakat dan nasabah bank itu sendiri, utamanya dari Sumsel dan Babel," ujarnya.

Sementara itu, Deputi K-MAKI Sumsel, Feri Kurniawan menyebut isu pegawai titipan ini bisa dibuktikan dengan analisa dan rekam jejak pegawai yang menempati jabatan tertentu.

"Titipan pejabat itu sudah lumrah dalam suatu instansi tertentu pasti ada. Bagaimana di Bank Sumsel babel? Telusuri saja rekam jejaknya, pasti ketemu dan bisa dianalisa kedekatan dengan pejabat atau tidak," kata Feri Kurniawan.

Analisis K-MAKI Sumsel, beberapa pejabat Bank Sumsel Babel memiliki hubungan dengan pejabat. Sebut saja Komisaris Utama BSB, Edi Junaidi yang dikenal dekat dengan Gubernur Herman Deru karena sebelumnya pernah menjadi ketua tim kampanye pemenangan Herman Deru-Mawardi Yahya.

Hal itu terlihat dari Surat Keputusan nomor 002/SK/HDMY/I/2018, seperti dikutip dari situs KPU.go.id, infopemilu.kpu.go.id yang kini sudah tak bisa diakses keterangan 404.

"Komisaris Utama itu contohnya yang dekat dengan Herman Deru. Pertanyaanya, bagaimana mekanisme dia bisa jadi komisaris utama? Jelas indikasi campur tangan pejabat berwenang sangat besar," jelasnya.

Selain itu, ada juga Komisaris Independen, Noversa yang diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Herman Deru. "Untuk tahu titipan atau bukan, harus dibuktikan, transparan dan diungkapkan kepada masyarakat Sumsel dan Babel," tegasnya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Padli ikut angkat bicara soal pegawai titipan di BSB ini. Menurutnya, hal ini wajar dan sah dilakukan sepanjang orang yang dititipkan itu punya kompetensi.

"Selama tidak melanggar peraturan perundangan-undangan dan tidak menyalahi kepatutan, itu silakan. Yang tidak boleh itu yang dipaksakan seperti ini tamatan SMP yang diterima mahasiswa, itu kan dipaksakan," jelasnya.

Selain tidak sesuai dengan kepatutan, hal seperti ini seringkali menimbulkan masalah sehingga output dari tenaga kerja itu tidak memberikan hasil yang diharapkan oleh perusahaan.

"Itu yang sering ali jadi trouble sehingga output dari tenaga yang dihasilkan tidak optimal, tidak maksimal dan tidak efisiensi dan ini yang salah,” lanjutnya.

BSB Bantah Ada Pegawai Titipan

Isu pegawai titipan ini sebelumnya telah dibantah oleh BSB. Lewat keterangan resmi yang beredar beberapa waktu lalu. Ketua Umum Serikat Pekerja BSB, Teddy Kurniawan memandang, tudingan tersebut tidak rasional dan tidak mendasar, bahkan mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik pegawai.

Bank Sumsel Babel, kata dia, telah sesuai prosedur dalam melakukan rekrutmen dan seleksi pegawai.

“Semestinya, saudari SS sebagai praktisi hukum dalam memberikan pendapat seharusnya tidak menyimpulkan keterangan yang tidak berdasar,” jelas Teddy Kurniawan.

Sementara, Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Robby Hakim mengatakan, proses rekrutmen dan seleksi karyawan BSB selama ini telah dilakukan secara terbuka dan transparan, bahkan menggandeng pihak ketiga berskala nasional.

Karyawan yang lulus telah melewati rangkaian seleksi dengan standar nasional dan sejumlah tahapan. Jika pun telah lulus, ada tahapan dan prosedur yang dijalani oleh karyawan untuk berkembang sesuai dengan kompetensi maupun skill di bidang perbankan.

"Tahapan itu tidak sederhana, untuk naik dari satu jabatan ke jabatan lain mesti mengikuti program leadership yang tidak mudah," kata Robby Hakim.

Robby membeberkan, sebagai bukti nyata bahwa SDM yang dimiliki berkualitas adalah banyak penghargaan dari lembaga berkompeten terhadap Bank Sumsel Babel. Seperti Trusted Company dari Indonesian Institute For Corporate Governance pada 2021 dan 2022. Terbaru, penghargaan The Best GOVERNANCE, RISK & COMPLIANCE 2023 dan THE BEST CHIEF RISK & COMPLIANCE.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya