Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah/Ist

Pesan Kunci

Miliki 4 Pilar Kekuatan Jadi Modal Golkar Jemput Kemenangan

RABU, 20 DESEMBER 2023 | 09:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menegaskan, Partai Golkar memiliki empat pilar kekuatan yang menjadi modal kekuatan untuk menjemput kemenangan. Yaitu, pilar struktur partai mulai dari pusat sampai ke tingkat desa/kelurahan, pilar eksekutif dengan banyaknya kader partai yang menjadi menteri dan kepala daerah, pilar legislatif dengan banyaknya kader partai yang menjadi anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta terakhir pilar organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar.

"Berbagai kekuatan tersebut harus dapat dimaksimalkan oleh segenap kader, anggota, serta pengurus Partai Golkar di berbagai daerah dalam setiap tingkatan. Sehingga perolehan suara Partai Golkar bisa naik, sekaligus bisa mengirimkan banyak kader duduk di eksekutif dan legislatif," kata Bamsoet di Kabupaten Kebumen, Selasa (19/12).


Keempat pilar penunjang kemenangan Partai Golkar tersebut juga diperkuat dengan positioning Partai Golkar sebagai partai besar yang berpengalaman dan punya sejarah panjang dalam kehidupan pembangunan bangsa dan negara.

Keempat pilar penunjang kemenangan Partai Golkar tersebut juga diperkuat dengan positioning Partai Golkar sebagai partai besar yang berpengalaman dan punya sejarah panjang dalam kehidupan pembangunan bangsa dan negara.

Bamsoet menjelaskan, kemenangan di Pileg dan Pilpres 2024 akan memantapkan posisi Partai Golkar sebagai kekuatan yang konsisten dalam menjaga, mengawal, dan mengamankan keutuhan NKRI. Sekaligus menjadi benteng yang kokoh dalam mencegah, melawan, dan mengamankan Pancasila dari ancaman ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila.

"Partai Golkar juga akan selalu hadir memastikan kesinambungan pembangunan nasional sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Bamsoet.

Bamsoet menerangkan, sebagai partai tertua dan berpengalaman, Partai Golkar telah menghadapi berbagai derasnya ombak politik, dengan dinahkodai berbagai putera terbaik Partai Golkar. Pasca reformasi, Golkar dipimpin Akbar Tandjung (1998-2004), Partai Golkar yang berhasil membawa Partai Golkar melewati fase survival, sehingga mampu mempertahankan prestasi elektoral pada Pemilu 1999 dan 2004.

Kepemimpinan Partai Golkar kemudian dilanjutkan Jusuf Kalla (2004-2009) yang juga menjabat Wakil Presiden RI. Golkar memainkan banyak peranan penting dalam menjaga kestabilan politik Tanah Air. Aburizal Bakrie melanjutkan kepemimpinan Partai Golkar pada 2009-2014 dengan penataan sistem pengelolaan partai.

"Kemudian pada periode 2014-2015, kita mengalami ujian yang semakin membesarkan Partai Golkar. Kita terbukti bisa melewatinya dengan baik melalui kesuksesan Munaslub 2016 di Bali dengan memilih Setya Novanto sebagai Ketua Umum dengan misi utama melakukan rekonsiliasi dan konsolidasi total," jelas Bamsoet.

Menurut Bamsoet, saat ini kepemimpinan Partai Golkar dilanjutkan Airlangga Hartarto yang melakukan berbagai penataan dan konsolidasi internal. Sehingga sejak pasca reformasi, untuk pertama kalinya Partai Golkar berhasil mengusung capres dan cawapres yang menang dalam Pilpres, dengan menjadikan Joko Widodo sebagai Presiden RI dan KH Maruf Amin sebagai Wakil Presiden RI.

"Menghadapi Pilpres 2024, Partai Golkar mengusung dan mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Kemenangan pada Pileg dan Pilpres 2024, akan semakin memantapkan posisi Partai Golkar sebagai partai utama yang memegang peranan penting dalam percaturan politik Indonesia, baik di tingkat lokal hingga nasional," pungkas Bamsoet.



Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya