Ilustrasi/RMOL
Ilustrasi/RMOL
Humas PPATK, Natsir Kongah menjelaskan, data-data transaksi janggal yang diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menunjukkan indikasi aliran dana ilegal ke peserta Pemilu 2024.
"Dari indikasi perputaran dana yang ada pada rekening koran beberapa peserta yang ada itu, mengindikasikan ada dana yang berasal dari tindak pidana. Salah satunya dari ilegal mining (penambangan ilegal) dan ada beberapa dari tindak pidana lainnya," ujar Natsir dalam video yang diperoleh Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/12).
Populer
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06
Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45
Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35
Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20
Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53
Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48
Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13
Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12
Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33
Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17