Berita

Presiden RI, Joko Widodo menggunakan dasi warna kuning sesaat sebelum bertolak ke Jepang, Sabtu (16/12)/Net

Politik

Dasi Kuning Presiden Jokowi Punya Makna Penting bagi Golkar

SABTU, 16 DESEMBER 2023 | 23:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dasi kuning yang dipakai Presiden Joko Widodo saat hendak terbang ke Jepang untuk menghadiri sejumlah agenda kenegaraan dimaknai sebagai kode dukungan untuk Partai Golkar.

Ketua DPD Golkar Maluku Utara, Alien Mus mengatakan, kode-kode seperti ini memang kerap muncul menjelang momentum Pemilu 2024 dan masa kampanye.

"Bapak Presiden (Jokowi) memberikan pesan warna saat moment pemilu sedang berlangsung. Dasi kuning bersamaan masa kampanye menjadi kode atau blessing Bapak Presiden untuk mendukung kemenangan Partai Golkar," tutur Alien Mus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/12).


Kode dukungan tersebut makin diperkuat saat mencerna respons Presiden Joko Widodo saat disinggung soal makna penggunaan dasi kuning tersebut.

Menurut anggota Komisi IV DPR ini, warna kuning melekat dan menjadi identitas Partai Golkar. Partai yang dipimpin Ketum Airlangga Hartarto ini mendapat nomor urut 4 di Pemilu 2024.

"Ini menambah semangat kader Golkar atas sinyal yang diberikan Bapak Presiden. Kuning identik dengan partai yang dipimpin Ketum kami, Bapak Airlangga Hartarto," ujar Alien Mus.

Di sisi lain, Alien Mus meminta kepada seluruh kader Beringin makin terpacu memenangkan Golkar di Pemilu 2024 dengan kode-kode yang diberikan Presiden Jokowi.

"Baru kasih kode kuning saja, kader di akar rumput senang. Apalagi kalau Bapak Presiden benar-benar mendukung target kemenangan Partai Golkar di Pileg dan Pilpres 2024," tandasnya.

Penggunaan dasi kuning memang menjadi hal yang tidak biasa dilakukan Presiden Joko Widodo pada kegiatan kenegaraan. Sebab biasanya, Jokowi mengenakan dasi berwarna merah atau warna gelap.

Presiden Jokowi pun menjawab santai saat disinggung soal makna dasi kuning yang ia pakai, tanpa memberikan jawaban tegas.

"Masa enggak tahu," tutur Jokowi di Bandara Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya