Berita

Tiga calon presiden dalam debat Pilpres 2024/Net

Politik

Tiga Capres Tampil dengan Performa Terbaik, Kang Tamil: Skor Jeblok untuk KPU

JUMAT, 15 DESEMBER 2023 | 11:12 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketiga calon presiden (capres) dianggap sangat memberikan performa terbaiknya dalam debat capres perdana yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, skor yang paling jeblok datang dari KPU karena menyelenggarakan debat tidak baik.

Begitu penilaian yang disampaikan komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil menanggapi debat perdana capres yang diselenggarakan KPU pada Selasa (12/12).

"Saya menilai 3 kandidat presiden yang hadir debat, saya kira mereka memberikan performa terbaiknya. Dan gagasan-gagasan yang mereka sampaikan itu juga cukup bisa diterima oleh masyarakat," kata Kang Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/12).


Justru yang sangat disayangkan, kata Kang Tamil, skor paling jeblok justru dari KPU. Di mana, banyak kekurangan yang datang dari KPU sebagai penyelenggara debat capres.

"Jadi kalau kemarin kita melihat dari jam 7 sampai hampir jam 10 debat itu terjadi kurang lebih 3 jam, itu 70 persen waktu itu dimakan oleh penyelenggara sendiri, oleh KPU," katanya.

"Pakai sambutan Ketua KPU lah, lalu kemudian acara-acara yang lain lah, lalu kemudian iklan lah, lalu presenter terlalu mengambil porsi terlalu banyak," imbuhnya.

Kang Tamil menilai, masyarakat yang menonton debat capres KPU kemarin tidak mendapatkan arti.

"Ini kritik keras terhadap KPU. KPU ini masih memikirkan atau dalam semangat pola lama. Dia lupa bahwa hari ini era di atas post truth. Hari ini era media sosial," tuturnya.

Padahal kata Kang Tamil, seharusnya para kandidat capres dibiarkan saja berdebat. Seperti panggung Indonesia Lawyers Club (ILC) atau panggung-panggung debat atau diskusi lainnya yang selalu dilihat di layar kaca.

"Topiknya silakan KPU yang tentukan. Lalu para panelis itu jadikan ahli untuk penyeimbang diskusi. Itu baru seru, biarkan mereka bertarung gagasan di sana," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya