Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Produksi Gula Terus Merosot, Erick Akui Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga

KAMIS, 14 DESEMBER 2023 | 10:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Produksi gula di dalam negeri yang kian merosot telah membuat Indonesia dikalahkan negara lain.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan bahwa Indonesia sebelumnya menempati posisi atas untuk produksi gula, bahkan ia mengklaim RI sempat menjadi raja gula di dunia.

Namun, saat ini produksi gula nasional hanya sekitar 2,24 juta ton, sangat jauh dari kebutuhan nasional sebanyak 7 juta ton, yang membuat Indonesia kini mengimpor gula, dengan salah satu dampak akibat El Nino.


“Kalau kita berkaca dengan negara-negara lain, Brasil 38 juta, India 32 juta, tetangga kita Thailand 11 juta. Masa (Indonesia) gini-gini saja," kata Erick saat membuka acara National Sugar Summit (NSS) 2023 di Jakarta, Rabu (13/12).

Menurut Erick, seluruh para pemangku kepentingan harus mengatasi masalah tersebut dan berpikir ulang tentang posisi Indonesia yang sudah tertinggal jauh dalam produksi gula.

“Kita perlu berpikir ke depan mau ke mana? Apakah kita senang sebagai trader saja atau kita harus shifting menjadi industrialis. Kalau kita lihat perjalanan manusia atau dari masa ke masa, memang kan awalnya kita menanam, lalu berjual, lalu menjadi industri. Tapi kok di Indonesia set back, kita dulu rajanya, sekarang malah jadi pengimpor terbesar," tegasnya.

Untuk itu, Erick menantang seluruh pihak untuk bisa swasembada gula di tahun 2030 melalui roadmap yang sudah disepakati bersama dan harus menguntungkan seluruh pihak.

"Presiden sudah ambil posisi, sudah mengeluarkan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 40 Tahun 2023. Ini terjadi karena ada komitmen dari Bapak Presiden dan pemerintah, karena di Perpres itu dilihat jumlah lahan meningkat, rendemen dihitung dari 7, 8, 11, peningkatan perlahan juga terus ditargetin,” jelasnya.

Dalam akhir pidatonya, Erick mengimbau masyarakat Indonesia untuk berperan dalam industri gula, dengan membantu meningkatkan produksi tersebut.

“Dan ini saya berharap kita taruh kepentingannya semua di tengah. Kita jangan terus menjadi bangsa pecundang yang akhirnya kita hanya jadi market saja, dan saya berharap kita menjadi mandiri dan kuat. Toh kesempatannya ada, dan tidak lama hanya sampai 2038," pungkas Erick.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya