Berita

Presiden Jokowi di acara puncak peringatan Hakordia 2023/RMOL

Politik

Korupsi Semakin Canggih, Jokowi Dorong Perbaikan Kualitas SDM Aparat Penegak Hukum

SELASA, 12 DESEMBER 2023 | 10:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo mendorong penguatan sistem dengan memanfaatkan teknologi terkini untuk mencegah tindak pidana korupsi. Bahkan, harus diperkuat pencegahan dan memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparat penegak hukum.

Dalam acara puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2023 yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jokowi meminta agar ada evaluasi secara total dalam upaya pemberantasan korupsi, karena masih banyak pejabat yang terjerat kejahatan rasuah.

"Apakah korupsi berhenti? Apakah hukuman penjara membuat jera? Ternyata tidak. Karena memang korupsi sekarang ini semakin canggih, semakin kompleks," kata Jokowi di Main Hall Istora Senayan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa pagi (12/12).


Oleh sebab itu, kata Jokowi, perlu adanya upaya bersama yang lebih sistemik dan massif dengan memanfaatkan teknologi terkini untuk mencegah tindak pidana korupsi.

"Kita perlu perkuat sistem pencegahan, termasuk memperbaiki kualitas SDM aparat penegak hukum kita, sistem pengadaan barang dan jasa, sistem perizinan, sistem pengawasan internal dan lain-lainnya," terangnya.

Jokowi menilai, sudah banyak yang dilakukan pemerintah dalam rangka pencegahan korupsi. Salah satunya membuat platform e-katalog.

"Saya dulu masuk di dalam e-katalog baru ada 50 ribu barang yang dimasukkan, sekarang saya tadi pagi minta laporan dari Kepala LKPP sudah 7,5 juta barang yang masuk ke e-katalog, lompatannya sangat cepat sekali," tutur Jokowi.

Selain itu, ada juga online single submission, agar pengusaha tidak bertemu langsung dengan pejabat. Lalu ada one map policy, hingga saat ini sudah 60-70 persen selesai.

"Dan 2024 ini akan kita selesaikan, ini akan sangat banyak membantu memagari orang untuk tidak korupsi. Semuanya dibuatkan aplikasi platform yang baik dalam rangka memagari agar tidak terjadi korupsi," jelasnya.

Kemudian, masih kata Jokowi, ada juga sistem logistik nasional, Simbara untuk batubara, nikel, bauksit, tembaga, dan lainnya.

"Saya kira ini akan juga kita bisa mengontrol berapa banyak sebetulnya sumber daya alam kita yang sudah dieksploitasi, kemudian diekspor dan lain-lain," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya