Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Laporan itu telah memicu peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada negara-negara lain untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan uji produk terhadap merek obat-obatan yang diproduksi perusahaan farmasi berbasis di Lahore, Pakistan.
Mengutip ANI News, Minggu (10/12), Otoritas Pengatur Obat Pakistan (Drap) telah merespons laporan dari Maladewa, dengan menyegel bagian sirup di Pharmix Laboratories (Pvt) Ltd, perusahaan farmasi yang terlibat.
Populer
Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25
Senin, 02 Februari 2026 | 13:47
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50
Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41
Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51
UPDATE
Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04