Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Laporan itu telah memicu peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada negara-negara lain untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan uji produk terhadap merek obat-obatan yang diproduksi perusahaan farmasi berbasis di Lahore, Pakistan.
Mengutip ANI News, Minggu (10/12), Otoritas Pengatur Obat Pakistan (Drap) telah merespons laporan dari Maladewa, dengan menyegel bagian sirup di Pharmix Laboratories (Pvt) Ltd, perusahaan farmasi yang terlibat.
Populer
Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24
Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02
Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14
Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35
Senin, 13 Juli 2026 | 14:40
Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57
UPDATE
Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23
Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13
Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08
Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24