Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Laporan itu telah memicu peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada negara-negara lain untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan uji produk terhadap merek obat-obatan yang diproduksi perusahaan farmasi berbasis di Lahore, Pakistan.
Mengutip ANI News, Minggu (10/12), Otoritas Pengatur Obat Pakistan (Drap) telah merespons laporan dari Maladewa, dengan menyegel bagian sirup di Pharmix Laboratories (Pvt) Ltd, perusahaan farmasi yang terlibat.
Populer
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02
Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14
Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46
UPDATE
Selasa, 01 September 2026 | 16:28
Selasa, 01 September 2026 | 16:22
Selasa, 01 September 2026 | 16:11
Selasa, 01 September 2026 | 15:53
Selasa, 01 September 2026 | 15:41
Selasa, 01 September 2026 | 15:39
Selasa, 01 September 2026 | 15:34
Selasa, 01 September 2026 | 15:30
Selasa, 01 September 2026 | 15:25
Selasa, 01 September 2026 | 15:24