Berita

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto/Net

Politik

Tema Debat Pertama KPU Diprediksi Berat Bagi Prabowo

SABTU, 09 DESEMBER 2023 | 15:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Debat pertama calon presiden (capres) yang mengangkat tema "Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik, dan Kerukunan Warga", diprediksi berat bagi Prabowo Subianto.

Pengamat politik dan pemerintahan Citra Institute, Efriza menilai, capres nomor urut 2 itu punya beban dalam mengikuti debat yang akan berlangsung 12 Desember 2023, karena merupakan Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju.

"Tema ini jelas berat bagi ketiga kandidat capres. Tapi, yang akan butuh energi besar membahas tema ini sebab bagian dari pemerintahan," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (9/12).


Dia juga meyakini, dalam perdebatan pasti ada saling sanggah di antara peserta, meskipun KPU menggunakan sistem tanya jawab antarkandidat.

"Tapi jika saling sanggah, masing-masing (kandidat) punya masalah masing-masing," sambungnya berpendapat.

Namun yang menjadi persoalan, menurut Efriza adalah soal rekam jejak Prabowo di mata publik akhir-akhir ini, yang maju bersama putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Di mana, Gibran dapat menjadi calon wakil presiden (cawapres) setelah keluar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal batas usia capres-cawapres bukan hanya 40 tahun, tapi juga pengalaman menjadi pejabat yang dipilih dari pemilu meski belum berumur 40 tahun.

"Meski sukses sebagai Menhan, Prabowo memiliki masalah secara personal dan juga cawapresnya. Gibran adalah yang turut disoroti karena merusak tatanan demokrasi," ucapnya.

"Meski begitu jika Prabowo-Gibran bisa menyelesaikan masalah ini sekaligus memberikan performa terbaik, dan akan bisa meningkatkan elektabilitas dirinya," demikian Efriza menambahkan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya