Berita

Mahfud MD saat menghadiri acara shalawat dan istighosah kebangsaan bersama warga negara Indonesia, di Jalan Tun Ismail, Hall World Trade Center (WTC), Kuala Lumpur, Malaysia/Ist

Politik

Istighosah di Malaysia, Mahfud MD Siap Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan PMI

JUMAT, 08 DESEMBER 2023 | 13:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Calon wakil presiden nomor urut tiga, Mahfud MD menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia (PMI). Hal itu sejalan dengan amanat konstitusi.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD saat menghadiri acara shalawat dan istighosah kebangsaan bersama warga negara Indonesia, di Jalan Tun Ismail, Hall World Trade Center (WTC), Kuala Lumpur, Malaysia.

Mahfud MD menyampaikan, berdasarkan UU 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, pemerintah pusat dan daerah memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh PMI mulai dari sebelum, selama, hingga setelah bekerja.


"Saya tahu juga, banyak pekerja Malaysia yang ada di perkebunan yang dianggap ilegal. Itu akan kami perjuangkan agar jadi legal," kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Jumat (8/12).

Menurutnya, WNI yang ada di Malaysia adalah warga negara yang mempunyai hak menikmati berkat dan rahmat Tuhan serta punya kewajiban terhadap keberlangsungan NKRI.

Untuk itu, peran menjaga kelangsungan Indonesia salah satunya dengan berpartisipasi memberikan suara di Pemilu 2024, untuk menentukan pemimpin nasional, sekaligus memilih wakil rakyat.

"Negara sudah menentukan calon-calon, silakan saudara pilih sendiri. Siapa yang paling tepat memimpin anda dan jadi wakil anda. Gunakan hak ini dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Mahfud mengajak seluruh warga menyongsong pemilu dengan bersholawat. Agar Pemilu berjalan dengan damai bermartabat dan Indonesia memiliki pemimpin yang amanah.

"Saya tidak berkampanye untuk siapapun. Mari berdoa dan shalawatan agar Tuhan memberi bimbingan hati kita semua, untuk memilih pemimpin yang amanah, yang takut kepada Tuhan," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya