Berita

Militer China/Net

Dunia

Fakta Terkuak, Militer China Ternyata Tidak Sekuat yang Dibayangkan

KAMIS, 07 DESEMBER 2023 | 12:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kekuatan militer China disebut tidak terlalu kuat, bahkan sama lemahnya dengan Rusia yang kini tidak kunjung berhasil menguasai Ukraina.

Badan Penelitian Pertahanan Swedia dalam laporannya menilai bahwa analis intelijen dan pembuat kebijakan Barat terlalu melebih-lebihkan prediksi mereka terhadap kekuatan militer Rusia dan juga China.

Profesor dari Universitas Texas, Zoltan Barany mengatakan bahwa negara totaliter seperti Rusia dan China lebih mudah diprediksi berdasarkan penilaian kuantitatif, seperti perhitungan senjata, tank, jet tempur, dan rudal.


"Faktanya adalah mudah untuk berkonsentrasi pada kekuatan material China dan Rusia yang dapat dihitung dengan menggunakan sarana intelijen, dibanding merujuk pada kualitas dan pengalaman pasukan mereka," jelasnya, seperti dikutip dari National Interest pada Kamis (7/12).

Kemudian, jelas Barany, sistem otokratis yang dimiliki kedua negara dan korupsi yang merajalela terbukti mempersulit upaya mereka untuk beradaptasi dan menghadirkan inovasi baru medan perang.

Lebih lanjut, Barany yakin bahwa kepercayaan pada militer bukan salah satu kekuatan dari negara otoriter seperti China dan Rusia. Sistem ini justru gagal diterapkan dalam proses berbagi informasi, menghambat inisiatif, dan mencegah evaluasi di medan perang.

"Kurangnya komandan profesional dan budaya komando dan kendali militer yang bermuara pada  kepercayaan, merupakan kelemahan serius yang menggerogoti kekuatan militer Rusia dan China," kata dia.

Barany menilai bahwa para pengamat militer terlalu fokus pada sistem senjata dan teknologi baru yang dimiliki China maupun Rusia. Padahal, peralatan militer mereka belum memiliki izin keamanan untuk operasi kapal selam rahasia dalam jarak dekat.

"Misalnya, kapal selam nuklir strategis (SSBN) China tidak memberi Beijing kekuatan serangan nuklir kedua yang terjamin karena mereka sangat rentan terhadap kapal selam serang (SSN) AS," jelasnya.

Pemaparan tersebut tidak berarti bahwa kelemahan dan kekurangan China dan Rusia adalah sama. Namun faktanya, dibandingkan Moskow, Beijing tidak memiliki pengalaman tempur praktis yang layak untuk dibicarakan.

Barany menyarankan agar Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Australia mendorong banyak kebijakan untuk membatasi kemampuan militer dan ambisi ekspansionis China.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya