Berita

Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, janjikan tempat pengolah ikan kepada nelayan di Bengkulu/Istimewa

Politik

Di Hadapan Nelayan Bengkulu, Anies Janji Bangun Tempat Pengolahan Ikan

KAMIS, 07 DESEMBER 2023 | 04:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pembuatan tempat pengolahan ikan menjadi janji calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, agar bisa menstabilkan dan menaikkan pendapatan nelayan.

Anies menyampaikan hal itu usai bertemu dan berdialog dengan nelayan di Kampung Nelayan Pantai Kualu, Bengkulu, Rabu sore (6/12).
 
"Saya bertemu dengan nelayan di pantai pasar, lalu mendengar apa yang menjadi permasalahan mereka. Sejumlah nelayan menyampaikan bahwa ada kebutuhan untuk tempat pengolahan ikan," ujarnya.
 

 
Menurut Anies, tempat pengolahan ikan akan membuat ikan tahan lama. Begitu tidak tahan lama, harganya langsung turun. Pendapatan nelayan pun akan berkurang.
 
Anies menuturkan, permasalahan tersebut sudah berlangsung lama. Oleh karena itu, dia bersama cawapres Muhaimin Iskandar telah berkomitmen secara khusus dalam visi dan misi mereka untuk memajukan serta menyejahterakan nelayan dan wilayah pesisir.
 
"Kami tidak ingin masalah itu berulang-ulang. Oleh karena itu, kami perlu melihat kesiapan tempat pengolahan ikan. Itu bagian dari visi dan misi kami bahwa tempat-tempat sentral kegiatan perikanan dan kegiatan nelayan harus disiapkan tempat penyimpanannya, cold storage," paparnya.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berjanji tidak hanya membangun tempat pengolahan ikan, tetapi juga pengelolaannya oleh koperasi nelayan. Dengan harapan nelayan bisa menambah nilai jual dari hasil tangkapannya.
 
Anies juga menyebut bahwa nelayan mengeluh soal kelangkaan pasokan solar, yang menjadi bahan bakar untuk melaut.

"Jadi, ini jamak, di banyak tempat pasokan solar subsidi terbatas, dan itu harus diselesaikan dari hulu ke hilir, bukan hanya di Bengkulu, melainkan di banyak tempat," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya