Berita

Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Gentle Minta Maaf, Pemuda Muhammadiyah: Gibran Cawapres Anak Muda Banget

SELASA, 05 DESEMBER 2023 | 16:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Walau salah menyebut asam folat menjadi asam sulfat, kepedulian calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka pada kesehatan ibu hamil tetap harus diapresiasi.

Begitu dikatakan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dedi Irawan, menanggapi viralnya salah sebut asam folat menjadi asam sulfat oleh Gibran.

"Kita harus fokus pada substansinya, salah penyebutan itu hanya keseleo lidah sedikit," ujar Dedi Irawan kepada wartawan, Selasa (5/12).


Dedi menyebutkan, pesan utama yang ingin dikatakan Gibran adalah soal pentingnya ketercukupan gizi ibu hamil. Hal ini, menjadi penting untuk mencegah stunting pada anak.

"Stunting ini masalah dasar yang harus dihilangkan jika ingin SDM unggul guna mencapai Indonesia Maju itu tercapai," katanya.

Menurutnya, Gibran sangat baik memberikan fokus yang besar pada penanganan ini. Bahkan, karena Gibran isu tersebut kembali populer.

"Karena pemenuhan unsur penting seperti asam folat dan berbagai jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh harus dipenuhi guna melahirkan SDM yang unggul," katanya.

Perlu dicermati juga, kata Dedi, Gibran sekalipun salah ucap, tetapi secara terbuka menyatakan maaf dan meralat ucapannya itu.

"Kita patut bangga punya cawapres anak muda yang fair. Gibran gentle minta maaf, ini anak muda banget," pungkasnya.

Gibran salah menyebutkan asam folat menjadi asam sulfat, saat mengisi sebuah acara diskusi ekonomi kreatif di Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (3/12).

Namun, Gibran sendiri sudah meminta maaf karena salah menyebutkan zat yang dibutuhkan oleh ibu hamil.

"Apa sih kemarin saya nyebutnya? Asam sulfat ya. Mohon maaf, mohon dikoreksi," ujar Gibran kepada wartawan.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya