Berita

Aksi Mimbar Demokrasi mahasiwa Sulawesi Tengah menolak politik dinasti/Ist

Nusantara

Penolakan Politik Dinasti Melebar hingga ke Sulteng

SABTU, 02 DESEMBER 2023 | 11:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penolakan terhadap praktik politik dinasti terus disuarakan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah demonstrasi terjadi di Jawa Timur, Yogyakarta, dan Sumatera Utara, kini aksi serupa terjadi di Sulawesi Tengah.

Ketua Pelaksana Mimbar Demokrasi, Moh Idham menegaskan, pihaknya telah menggelar aksi demonstrasi menolak politik dinasti di halaman Universitas Azlam Palu, Jumat kemarin (1/12). Dalam aksi tersebut, sekitar 5.000 mahasiswa turun ke jalan menyuarakan aspirasinya.

"Kita punya keresahan yang sama. Negara kita tidak lagi berpihak pada masyarakat. Saatnya tolak politik dinasti," kata Moh Idham dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/12).


Idham menjelaskan, aksi bertajuk Mimbar Demokrasi kemarin turut melibatkan aktivis 98, seperti Ariyanto Sangaji, Deddy Irawan, dan Dedi Askary. Ribuan mahasiswa pun bergabung dari kampus berbeda, di antaranya Universitas Tadulako (Untad), Universitas Alkhairaat (Unisa), Poltekkes, dan beberapa lainnya.

Dalam orasinya, Aryanto Sangaji yang juga Direktur Yayasan Tanah Merdeka menyebut telah terjadi kesewenang-wenangan dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Bila kita tidak hati-hati merespons, ini bahaya. Hadir kembali KKN seperti yang terjadi di rezim Orde Baru (Orba). Segera kita lakukan perlawanan," ujar Aryanto.

Menurutnya, kegiatan turun ke jalan seperti Mimbar Demokrasi merupakan gerakan positif. Hal itu membuktikan bahwa mahasiswa saat ini masih kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini dan pemerintah mendatang.

"Ini membuktikan mahasiswa itu masih ada, berjuang bersama-sama rakyat. Juga, masih banyak perempuan yang kuat melawan," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya