Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Ist

Politik

Prabowo Belanja Alutsista Rp385 Triliun Saat Rakyat Hidup Sulit, GMNI: Kejam Sekali!

SABTU, 02 DESEMBER 2023 | 00:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) memang penting untuk menjaga kedaulatan negara. Namun, belanja alutsista hingga ratusan triliun rupiah saat kondisi ekonomi masyarakat tengah kesulitan jelas bukan sebuah putusan yang bijak.

Seperti diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai rapat bersama Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, belanja alutsista yang menggunakan pinjaman luar negeri naik cukup signifikan.

Sri Mulyani menjelaskan, di luar anggaran yang telah diberikan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kemenhan juga melakukan belanja alutsista dari pinjaman luar negeri untuk periode 2020-2024 sejumlah 25 miliar dolar AS, atau setara Rp385 triliun (kurs Rp15.400 per dolar AS).


Hal itu mendapat kritik keras dari Ketua Umum DPP GMNI, Arjuna Putra Aldino, karena melakukan belanja alutsista dari pinjaman luar negeri sejumlah Rp385 triliun di tengah kondisi kehidupan masyarakat yang tengah kesulitan. Menurut Arjuna, saat ini harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai, gula, telur banyak yang mengalami kenaikan. Semua sudah melonjak naik lebih dari 10 persen.

“Pemimpin yang tak punya nurani. Bisa-bisanya rakyat sedang hidup sulit karena harga naik, ini belanja alutsista ratusan triliun. Kejam sekali,” tegas Arjuna, melalui keterangannya, Jumat malam (1/12).

Tak sekadar mengkritik, Arjuna juga menyampaikan bukti bahwa masyarakat sedang dalam kondisi sulit. Contohnya adalah seorang pria warga Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang melakukan percobaan bunuh diri dengan menusuk perutnya akibat tak mampu membeli beras.

Akan tetapi, Menhan Prabowo Subianto justru melenggang belanja alutsista dengan pinjaman luar negeri sebesar Rp385 triliun.

“Rakyat sedang mengalami kesulitan. Harga kebutuhan pokok naik. Belanja alutsista yang besar di tengah kondisi rakyat yang sulit sama sekali tidak relevan,” tambah Arjuna.

Arjuna menilai saat ini Indonesia tidak sedang dalam kondisi darurat perang, walaupun situasi geopolitik global sedang memanas. Apalagi kebijakan luar negeri Indonesia tidak menganut paham realisme ofensif yang berupaya melakukan hegemoni dengan kekuatan militeristik.

Sehingga naiknya anggaran belanja alutsista sama sekali tidak relevan. Menurut Arjuna, alasan yang diajukan cenderung dibuat-buat dengan insinuasi perang.

“Sama sekali tidak relevan. Seperti besok mau perang saja. Saat ini rakyat kita sedang perang melawan kelaparan. Rakyat butuh kebutuhan pokok yang murah, bukan senjata!” ujar Arjuna

Untuk itu, Arjuna meminta masyarakat membuka mata dalam menilai seorang pemimpin, mana seorang pemimpin yang memahami dan punya nurani kerakyatan dengan pemimpin yang hanya membodohi rakyat dengan gimmick.

Menghamburkan anggaran untuk belanja alutsista sebesar Rp385 triliun di tengah kondisi rakyat yang hidup sulit, ditegaskan Arjuna, adalah sebuah tindakan yang tidak patut dan tidak etis.

“Pemimpin seperti itu tidak punya hati. Tidak etis dan tidak patut. Jika benar dia pro rakyat harusnya punya empati dengan kesulitan yang dialami rakyatnya,” demikian Arjuna.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya