Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Ilmuwan Ceko Sulap Biji Mangga jadi Briket

JUMAT, 01 DESEMBER 2023 | 11:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah terobosan baru berhasil diciptakan para ilmuwan Ceko dari Universitas Mendel. Bekerja sama dengan perusahaan Kamboja, Kirirom Food Production, mereka mengubah biji mangga menjadi energi.

Di Kamboja, di mana mangga merupakan tanaman utama, limbah mangga - termasuk bagian dalam biji mangga yang disebut mango stone - dapat dihasilkan selama pengolahan buah.

Menyadari hal itu, para ilmuwan kemudian mengembangkan metode untuk membuat briket bahan bakar dari limbah tersebut yang diharapkan membawa dampak positif terhadap pengurangan jumlah sampah di TPA dan perlindungan hutan lokal yang terkena dampak penebangan berlebihan.


“Pengolahan mangga telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” kata Petr Nemec dari Institut Botani Hutan, Dendrologi dan Geobiocenologi LDF MENDELU, seperti dikutip dari Fresh Plaza, Jumat (1/12).

“Sebelumnya, sebagian besar produk tersebut diekspor dalam keadaan segar ke luar negeri, namun sebagian besar juga rusak karena kelebihan produksi musiman. Kini, semakin banyak pengolah yang menghasilkan mangga kering yang tidak rusak dan dapat dijual meski di luar musim," katanya.

"Namun permasalahan baru mulai muncul, ketika banyak sampah yang menumpuk pada saat pengolahan buah, terutama batu mangga," lanjut Nemec.

Menurut para ilmuwan, briket bahan bakar dari batu mangga terbukti memiliki sifat yang sangat bermanfaat, seperti ketahanan mekanis, nilai kalor yang tinggi, emisi nitrogen dan karbon dioksida yang rendah, serta kadar abu yang rendah. Briket dapat digunakan sebagai bahan bakar pada kompor dan ketel uap yang digunakan untuk kayu bakar.

“Di lokasi, kami bekerja sama dengan Kirirom Food Production yang memproduksi mangga kering,” kata Nemec.

“Pada musim ramai, mereka mengolah 200 ton mangga setiap hari, dan sekitar 60 ton benih dibuang ke TPA setiap harinya. Di sini, bebatuan membusuk dan mencemari air tanah, atau terbakar secara perlahan hingga tidak sempurna, sehingga sangat mencemari udara di sekitarnya," ujarnya.

Paradoksnya, kata Nemec, Kirirom menggunakan kayu bakar untuk memanaskan mesin pengering, sehingga menyebabkan kerusakan pada hutan di sekitarnya.

Kamboja merupakan salah satu produsen mangga terbesar di dunia, dengan produksi hingga 4 juta ton per tahun. Benihnya, yang sampai saat ini belum dimanfaatkan, mewakili potensi besar untuk produksi energi, pakan dan pakan ternak yang berharga.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya