Berita

Penandatanganan MoU Bank Jambi dan bank bjb/Ist

Bisnis

Bank Jambi jadi BPD ke-4 Anggota KUB bank bjb

KAMIS, 30 NOVEMBER 2023 | 20:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Bank Jambi tengah berproses menjadi bagian Kelompok Usaha Bank (KUB) bank bjb. Nantinya Bank Jambi akan menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke-4 setelah Bank Bengkulu, Bank Sultra, dan Bank Maluku Malut.

Mengawali komitmennya, Bank Jambi dan bjb melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Non Disclosure Agreement (NDA) di Surabaya, pada 30 November 2023.

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi dan Peltu Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi. Hadir pula Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae; Komisaris Utama Independen bank bjb, Farid Rahman; Direktur Keuangan bank bjb, Nia Kania; dan Komisaris Utama Bank Jambi, Emilia beserta jajaran.


Setelah penandatanganan MoU dan NDA ini, akan dilakukan proses due diligence dan valuasi saham sebelum dilakukan penyertaan modal. Sehingga, nantinya bank bjb akan menjadi salah satu Pemegang Saham Pengendali Bank Jambi bersama Pemprov Jambi.

Sementara untuk komitmen nilai penyertaan modal, Pemprov Jambi akan tetap menjadi pemegang saham terbesar. Sedangkan proyeksi nilai penyertaan modal bank bjb akan disesuaikan, sepanjang memenuhi syarat pengendalian sesuai Peraturan OJK.
 
Berdasarkan POJK 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, BPD wajib meningkatkan modal inti minimal Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2024, atau cukup memiliki Rp1 triliun sepanjang BPD tersebut efektif tergabung menjadi anggota dari KUB.

Apabila tidak dapat terpenuhi, maka BPD tersebut wajib menyesuaikan bentuk usahanya menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
 
bank bjb pun telah ditunjuk OJK menjadi salah satu anchor bank untuk dapat menjadi Induk KUB bagi BPD. Dengan kesamaan ekosistem, bank bjb memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam saat bertransformasi dari bisnis model BPD menjadi lebih advanced sesuai perkembangan terkini.
 
Di sisi lain, Bank Jambi memiliki aset per 30 September 2023 sebesar Rp12,4 triliun. Total kredit mencapai Rp8,5 triliun dengan NPL 1,85 persen.

ROE pun tercatat sebesar 17,67 persen yang mencerminkan tingkat profitabilitas yang sangat baik. Selain itu, Bank Jambi juga merupakan salah satu BPD yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) dengan total aset sebesar Rp1,1 triliun dan ROA 2,97 persen, serta NPF 0,32 persen.

Nantinya, UUS Bank Jambi dapat bersinergi dengan bank bjb syariah yang telah lebih dahulu menjadi anggota KUB bank bjb sehingga dapat memperkuat kekuatan penetrasi di market perbankan syariah.
 
Menurut Yuddy, kolaborasi adalah hal paling penting yang harus dilakukan BPD dalam melakukan inovasi dan transformasi agar bisa bersaing di industri perbankan. bank bjb yang telah sarat pengalaman dalam melakukan berbagai langkah strategis serta menjadi pionir berbagai aksi korporasi BPD, dapat berbagi pengalaman tersebut kepada sesama BPD untuk tumbuh kembang dan besar bersama.
 
"Kami selalu siap bersinergi dan kolaborasi meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan Pemda dengan semangat saling memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak," kata Yuddy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/11).

Pada proses menuju KUB dengan Bank Jambi, sudah dilakukan berbagai kerja sama bisnis, antara lain, bank bjb menjadi Bank Sponsor untuk melakukan pengelolaan likuiditas Bank Jambi dan UUS Bank Jambi pada Bank Indonesia dalam rangka penyelenggaraan transaksi BI-Fast.

Selain BI Fast, berbagai sinergi dan inisiasi kerja sama lainnya sudah dapat dimulai dan dikembangkan tanpa menunggu KUB efektif, sehingga dampak positif sinergi dapat dirasakan segera dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya