Berita

Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar/RMOL

Politik

Indonesia Bahaya jika Amin Kalah, TKN: Cak Imin Jangan Sombong!

KAMIS, 30 NOVEMBER 2023 | 14:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Narasi calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin penuh kesombongan dan berbahaya.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid merespons pernyataan Cak Imin yang menyebut Indonesia terancam hancur jika pasangan Anies-Muhaimin kalah.

Masyaallah, jangan sombong. Menurut Imam Ghazali, menggantungkan baik buruknya manusia, hancur atau kokohnya manusia karena kelakuannya merupakan tindakan yang pongah dan kesombongan di hadapan Allah SWT," ujar Nusron dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/11).


Politisi Golkar ini menyayangkan sosok politisi sekelas Cak Imin justru membangun narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Seharusnya pemimpin itu optimis ya, mengajak untuk membangun bersama Indonesia yang kita cintai. Bukan malah seperti itu," kritik Nusron.

Menurut Nusron, para Capres-Cawapres saat ini adalah orang-orang pilihan. Sehingga siapa pun yang menjadi pemenang dalam Pilpres nanti adalah pilihan terbaik yang jauh dari sifat sombong dan angkuh.

Sifat sombong harus dihindari oleh pemimpin bangsa ini. Sebab jika dibiarkan, maka akan menciptakan kehancuran.

“Allah tidak akan menciptakan kehancuran suatu bangsa selama umat manusia yang menjadi penghuninya tidak sombong, siapa pun yang menjadi pemimpinnya," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya