Berita

Rombongan Fraksi PKS DPR RI berkunjung ke Badan Pangan dan Pertanian Dunia, Italia/Ist

Politik

Bawa Misi Kedaulatan Pangan, Fraksi PKS DPR Berkunjung ke Markas FAO

KAMIS, 30 NOVEMBER 2023 | 01:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Isu kedaulatan pangan dan pertanian menjadi salah satu fokus serius Fraksi PKS DPR RI dalam rangka mewujudkan kesejahteraan petani. Bahkan Fraksi PKS memilih mendatangi langsung Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO PBB) di Roma, Italia.

Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Al Jufri mengatakan, Indonesia memerlukan desain kebijakan dan program pembangunan pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan.

Alasan itulah yang membawa Fraksi PKS datang langsung ke Markas Besar FAO.


"Kami ingin pedesaan dengan karakter pertanian pangan, perkebunan, dan perikanan bisa produktif dan sejahtera. Untuk itu, kami siap mengawal kebijakan di parlemen," kata Salim Segaf dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/11).

Di sisi lain, Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini yang ikut dalam kunjungan ke Roma menyebut agenda internasional sudah dilakukan beberapa kali dalam rangka diplomasi parlemen.

Menurutnya, FAO adalah organisasi internasional dengan kontribusi strategis dalam mengatasi persoalan pangan, gizi, nutrisi dan pembangunan berkelanjutan di dunia.

Hal ini sejalan dengan misi PKS untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, kata dia, Indonesia sangat mungkin menjadi lumbung pangan nasional, bahkan dunia.

"Kami berharap FAO terus men-support program pangan dan pertanian di Indonesia agar misi tersebut bisa terwujud dan menjadi bagian solusi untuk mengatasi krisis pangan dan kelaparan di berbagai wilayah dunia," jelas Jazuli.

Delegasi Fraksi PKS DPR RI dipimpin langsung Salim Segaf Al Jufri, Jazuli Juwaini, serta sejumlah politisi muda PKS.

Fraksi PKS diterima oleh Direktur Kemitraan dan Kolaborasi FAO, Marcela Villarreal; Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Rajendra Aryal; Kepala Unit Keterlibatan Pertanian Keluarga dan Jaringan Parlemen, Guilherme Brady, serta beberapa pejabat lain.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya