Berita

Tiga Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024/Rep

Politik

Bahas Tema Debat, KPU Undang Tim Kampanye Capres-Cawapres

RABU, 29 NOVEMBER 2023 | 02:29 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membahas tema debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) bersama tim kampanye masing-masing pasangan calon (paslon).

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, dalam jumpa pers di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/11).

Dia menjelaskan, sebelum diputuskan bersama tim kampanye pasangan capres-cawapres, KPU RI akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah stakeholder terkait pada Rabu (29/11).


"Rencananya pagi hari akan mengundang sejumlah orang yang kita anggap paham dan tahu tentang mekanisme debat capres-cawapres. Ada dari kalangan akademisi, pemerintah, jurnalis atau media, dan juga ada teman-teman dari NGO atau masyarakat sipil," ujar Hasyim.

Dia mengurai, ada dua hal yang akan dibahas oleh seluruh stakeholder terundang. Yakni, membahas tema yang sesuai dengan topik-topik umum debat yang diatur dalam UU 7/2017 tentang Pemilu.

"Sudah ditentukan topik-topik besar (dalam UU Pemilu) yang dijadikan bahan untuk kampanye metode debat, yang detailnya akan dibahas. Lalu kedua, metode debatnya seperti apa dan durasinya yang tepat seperti apa," bebernya.

Sementara, setelah acara FGD akan dilakukan penyampaian hasil pembahasan untuk disepakati oleh tim kampanye pasangan capres-cawapres.

"Sorenya kita akan mengundang tim paslon membahas kampanye metode debat tersebut, untuk menyampaikan perkembangan diskusi pagi hari soal topik dan metode kita sampaikan ke tim paslon," ungkapnya.

"Dan kita ambil kesepakatan-kesepakatan tentang rincian atau detail dari topik yang dijadikan bahan debat, demikian juga metodenya, rencana, usulan siapa saja panelis yang dianggap ahli atau mumpuni di bidang tersebut," demikian Hasyim menambahkan.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya