Berita

Perbatasan Afghanistan dan Pakistan di Torkham/Net

Global

Buntut Deportasi Massal, Afghanistan Hentikan Perdagangan di Perbatasan Pakistan

KAMIS, 23 NOVEMBER 2023 | 18:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdagangan lintas batas antara Pakistan dan Afghanistan dihentikan pada Selasa (22/11), menyusul tindakan deportasi massal yang dilakukan pemerintah Islamabad.

Sekitar 350 ribu warga Afghanistan telah dideportasi ke negara asalnya, setelah Pakistan mengeluarkan perintah pengusiran terhadap migran tidak berdokumen bulan lalu.

Sejak itu Pakistan tidak mengizinkan warga Afghanistan kembali melintasi perbatasan, kecuali mereka memiliki paspor dan visa yang sah.


Sebagai balasan, Afghanistan menghentikan masuknya semua jenis kendaraan komersial di perbatasan Pakistan.

Pejabat perbatasan Afghanistan Esmatullah Yaqoob mengatakan para pejabat telah diinstruksikan untuk memblokir kendaraan Pakistan yang dayang.

“Sebagai tanggapan, pemerintah Afghanistan juga telah menghentikan masuknya semua jenis kendaraan komersial dari sisi lain," ujarnya.

Pengetatan aturan perdagangan  berdampak pada kontainer tujuan Afghanistan di pelabuhan Karachi karena pihak berwenang menuntut lebih banyak pembayaran pajak dan bea.

Pemerintah Pakistan mengatakan mereka kehilangan pajak sebesar jutaan dolar karena barang-barang dikirim bebas bea dari pelabuhan-pelabuhannya ke Afghanistan, dan kemudian diselundupkan kembali melintasi perbatasan.

Perselisihan tersebut merupakan salah satu dari beberapa masalah pelik yang muncul antara Kabul dan Islamabad sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada Agustus 2021.

Pakistan mengklaim deportasi dibutuhkan untuk melindungi kesejahteraan dan keamanan nasional mereka.

Sementara pihak berwenang Afghanistan sedang kewalahan mengatasi masuknya pengungsi yang kembali, termasuk banyak orang yang belum pernah menginjakkan kaki di negara tersebut.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya