Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Redakan Inflasi, Presiden Argentina akan Ganti Peso Jadi Dolar AS

RABU, 22 NOVEMBER 2023 | 12:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Argentina akan segera mengganti mata uang peso menjadi dolar Amerika Serikat (AS), untuk meredakan inflasi di negara tersebut yang menyentuh level 140 persen.

Keputusan itu diambil Presiden Argentina terpilih, Javier Milei, yang menjadi bagian dari janji kampanye sebelum pemilihannya untuk mengatasi masalah hiperinflasi negaranya.

"Hari ini kita mengakhiri model destruktif negara yang selalu ada, hal ini hanya menguntungkan segelintir orang sementara sebagian besar Argentina menderita," kata Milei dalam pidato kemenangannya, Minggu (19/11)


Dolarisasi akan membuat Argentina melepaskan peso dan menggunakan dolar AS sebagai mata uangnya.

Dengan begitu, Argentina dapat secara efektif merebut kendali kebijakan moneter dari bank sentral negara tersebut dan menyerahkannya kepada bank sentral AS (The Fed).

Langkah ini juga akan menghilangkan kemampuan bank sentral Argentina untuk mencetak uang. Upaya tersebut biasanya merupakan taktik yang sering digunakan untuk membantu pemerintah menghindari gagal bayar utangnya.

Namun hal ini, pada gilirannya, akan memicu kenaikan harga yang merajalela.

Meski keputusan tersebut dinilai bagus untuk meredakan inflasi, namun para ekonom Argentina ragu akan kemampuan Milei untuk mendapatkan dukungan politik dan masyarakat dalam mewujudkan agendanya.

Milei sendiri baru akan resmi menjabat sebagai presiden Argentina mulai 10 Desember 2023 mendatang.

Kepala Ekonom Pasar Negara Berkembang Capital Economics William Jackson menyebut Milei tidak akan mudah mendapatkan dukungan untuk menjalankan visi dolarisasi Argentina.

"Kami menduga bahwa beberapa usulannya yang lebih radikal (dolarisasi) mungkin tidak terwujud, mengingat terbatasnya dukungan baik di kongres maupun di kalangan masyarakat," katanya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya