Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Airlangga: Universitas jadi Barometer Kemajuan dan Pencetak Generasi Unggul

SELASA, 21 NOVEMBER 2023 | 22:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ambisi mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045 membutuhkan kolaborasi kuat dari berbagai pihak, baik pemerintah masyarakat, maupun pelaku usaha.

“Target ini ambisius tapi realistis. Oleh karenanya, dibutuhkan smart execution dan strong collaboration dari berbagai pihak, termasuk cendekiawan dan universitas sebagai barometer bagi kemajuan ilmu pengetahuan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Universitas Indonesia, Jakarta, Selasa (21/11).

Untuk mencapai cita-cita tersebut, Indonesia memiliki 4 peluang yang perlu diambil. Pertama adalah populasi, di mana Indonesia diberkati dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia.


Dengan diimbangi dengan kualitas sumber daya yang baik, Airlangga yakin Indonesia akan mampu menghasilkan output perekonomian yang tinggi.

Peluang kedua adalah hilirisasi, yang saat ini telah dimulai dengan membangun ekosistem di sektor manufaktur maupun di sektor berbasis kendaraan listrik, dan hilirisasi mineral sebagai nilai tambah menuju industrialisasi.

Sebagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik, hilirisasi merupakan komitmen ekonomi hijau Pemerintah dalam mewujudkan transformasi ekonomi.

Indonesia mempunyai potensi besar di sektor energi hijau yang bisa melebihi kapasitas 400 ribu megawatt, seperti potensi panas bumi, pembangkit listrik tenaga air, sungai, panel surya, dan potensi angin.

Ketiga adalah digitalisasi. Nilai ekonomi digital Indonesia tertinggi di kawasan ASEAN, yakni mencapai 77 miliar dolar AS pada tahun 2022 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 1 triliun dolar AS pada tahun 2030.

Terakhir adalah inovasi yang memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing bangsa.

Atas dasar itu, peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat penting. Perguruan Tinggi tentu akan menjadi bagian dalam mendidik generasi muda bangsa.

“Peluang tersebut menjadi modal yang baik bila dimanfaatkan secara optimal," tutup Ketua Umum Partai Golkar ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya