Berita

Buruh di Aceh saat melakukan aksi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh/RMOLAceh

Politik

DPRA Enggan Tampung Keluhan Buruh, FSPMI Aceh Ajak Warga Pilih Wakil Rakyat yang Benar

SENIN, 20 NOVEMBER 2023 | 17:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sikap pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh yang terkesan tidak mau menerima keluhan para buruh terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh 2024 disesalkan banyak pihak. Sikap DPRA itu dinilai sangat tidak baik.

"Kami ingin menyuarakan aspirasi rakyat, ini rumah rakyat,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Aceh, Habibi Inseun, kepada wartawan di gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin (20/11).

Untuk itu, Habibi meminta agar masyarakat Aceh tidak memberikan kesempatan kembali kepada anggota legislatif tersebut pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang. Dia juga meminta masyarakat memilih wakil rakyat yang benar. Jangan hanya menikmati empuknya kursi dewan.


“Kalian lihat wakil rakyat yang telah kalian pilih, mereka tidak mau mendengar apa yang kalian sampaikan,” ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLAceh, Senin (20/11).

Habibi menyebutkan, saat ini masih ada pekerja di Aceh yang mendapatkan upah di bawah UMP. Hal tersebut sudah seharusnya menjadi tanggungjawab negara dengan memberikan contoh pada perusahaan sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Habibi, kalau pemerintah sendiri tidak memberikan contoh, maka banyak perusahaan juga membayarkan upah pada pekerjanya di bawah UMP.

"Tentu ini akan memberikan dampak buruk terhadap daya beli masyarakat,  termasuk efek kemiskinan dan pengangguran," jelasnya.

Dalam aksi aliansi buruh Aceh di gedung DPR Aceh tidak terlihat ada satupun anggota dewan yang menjumpai mereka. Karena kecewa, massa akhirnya melakukan aksi lanjutan kantor Gubernur Aceh.

Di kantor Gubernur Aceh, pengunjuk rasa diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Akmil Husen, beserta jajarannya. Aksi di Kantor Gubernur mendapatkan pengamanan dari kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya