Berita

Presiden Joko Widodo (ketiga dari kanan) menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Peru, Dina Boluarte, di Moscone Center, San Fransisco, Amerika Serikat, Kamis 16 Novembe 2023/Setpres

Bisnis

Jokowi Minta Dukungan Dina Boluarte agar Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Peru Segera Terealisasi

SENIN, 20 NOVEMBER 2023 | 14:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai perdagangan antara Indonesia dan Peru dalam lima tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang baik.

Hal itu yang mendorong pemerintah Indonesia meminta dukungan dari Presiden Peru agar pembentukan perjanjian perdagangan bebas kedua negara yang telah dibahas dalam minggu-minggu terakhir ini bisa segera diselesaikan.

Dikutip dari Biro Pers Sekretariat Presiden, Senin (20/11), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Peru Dina Boluarte di San Francisco pada Kamis (16/11) untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.  


Pada kesempatan itu, Jokowi meminta dukungan Dina Boluarte agar perundingan pertama dapat selesai paling lambat akhir 2024, sehingga dapat diumumkan di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi APEC 2024 di Peru.

Jokowi juga meminta meminta dukungan Peru untuk keberlangsungan Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INA-LAC) yang akan digelar pada 2024, yang akan memperkuat kemitraan ekonomi antara Indonesia dengan kawasan tersebut.

Ia berharap dapat terbentuk dialog serta kerja sama antarnegara penghasil mineral untuk memastikan ketersediaan dan nilai tambah mineral, serta memastikan keberlanjutan rantai pasok global.

Hubungan diplomasi Indonesia dengan Peru terjalin sejak 12 Agustus 1975. Kedua negara melihat bahwa pasar di masing-masing negara merupakan pasar yang atraktif, potensial dan memiliki prospek yang baik.

Banyak investor Peru yang mencari peluang di Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) perdagangan antara Peru dan Indonesia mencapai 213,37 juta dolar pada 2011.

Neraca perdagangan sangat menguntungkan Indonesia yang memiliki komoditas ekspor utama seperti karet, olahan kayu, sepatu olahraga, kertas, garmen, onderdil sepeda motor, alumunium, kaca, keramik, plastik dan peralatan elektronik ke Peru.

Di lain pihak, Indonesia mengimpor tepung ikan, pakan ternak, obat-obatan, anggur, gandum, dan pupuk dari Peru. Pada Oktober 2013, Indonesia dan peru menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait dengan kerja sama pertanian.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya