Berita

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy/Net

Politik

Soal Pertemuan Ganjar dan JK, Romy: Sama-sama Prihatin Kondisi Demokrasi

SENIN, 20 NOVEMBER 2023 | 13:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla atau JK pada Minggu kemarin (19/11), merupakan pertemuan dua tokoh yang prihatin atas kondisi demokrasi dan potensi kecurangan pada Pemilu 2024.

Demikian diungkap Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu, Senin (20/11).

“Itu adalah pertemuan antara dua tokoh nasional yang prihatin dengan kondisi demokrasi menuju Pemilu 2024 saat ini,” kata Romy, sapaan karib Romahurmuziy.


Menurut Romy, Ganjar dan JK sama-sama merasa prihatin atas kondisi demokrasi di Tanah Air belakangan ini. Terutama, mengenai adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh aparat, baik aparat pemerintahan maupun aparat keamanan.

“Aparat ini siapa? Ya siapa saja yang melakukan kecurangan, apakah itu penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu. Terlebih kemarin juga sudah ada OTT anggota Bawaslu di Sumut, kemudian TNI/Polri, pejabat kepala daerah dan perangkatnya,” tutur Romy.

Lanjut Romy, pihaknya menengarai adanya potensi kecurangan pada Pemilu 2024. Untuk itu, Romy meminta netralitas aparat harus betul-betul dikawal oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Karena tanda-tanda ke arah ketidaknetralan itu masih ada, bahkan semakin mengemuka. Seperti pencopotan baliho Mas Ganjar di Jogja baru-baru ini, dan itu kan beruntun,” sambungnya.

“Saya kira dalam konteks inilah dua tokoh nasional ini (Ganjar dan JK) bertemu,” demikian Romy.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya