Berita

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat menerima kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

Survei IPO: Elektabilitas PAN Melejit, Efek Ekor Jas Dukung Prabowo

SABTU, 18 NOVEMBER 2023 | 16:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) tercatat melejit dalam hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO). Satu faktor yang menyebabkan elektabilitas naik, karena mendapat efek ekor jas dari pengusungan calon di Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menjelaskan, keterpilihan PAN yang naik disebabkan mendukung sekaligus mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) oleh Koalisi Indonesia Maju.

"Keputusan PAN bergabung dengan dengan KIM untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai presiden sudah tepat, karena tingkat elektabilitas Prabowo saat ini juga tertinggi dibandingkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo," ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/11).


Dia menyebutkan, elektabilitas Prabowo Subianto masih menempati posisi puncak, yakni sebesar 37,5 persen. Jika dibandingkan dua calon presiden lainnya pada Pilpres 2024, justru Anies Baswedan hanya mencatat elektabilitas 28,3 persen dan Ganjar Pranowo 32,7 persen.

Demikian pula simulasi top of mind atau skema tanpa lembar jawaban, responden diminta menjawab langsung pertanyaan serupa tanpa terlebih dahulu disebutkan nama capresnya, Prabowo tetap memperoleh suara terbanyak.

"Ketua Umum Partai Gerindra tersebut meraih poin sebesar 31,5 persen, Anies Baswedan 26,4 persen, Ganjar Pranowo 22,1 persen," urainya.

Imbas dari tingginya elektabilitas Prabowo tersebut, PAN mendapat tingkat keterpilihan yang memenuhi syarat memperoleh kursi di parlemen, atau memenuhi parliamentary threshold sebesar 4 persen.

"Dari hasil survei nasional tersebut, PAN menempati posisi keenam dengan meraih poin 6,4 persen, atau naik satu tingkat dibandingkan survei IPO pada periode Juni 2023, saat itu elektabitas PAN hanya 5,0 persen dan berada di posisi ketujuh," paparnya.

"Selain itu, popularitas PAN juga turut naik dari 72,5 persen hasil survei IPO Juni 2023, menjadi 74,5 persen," demikian Dedi menambahkan.

Survei nasional IPO tersebut berlangsung pada medio 10 hingga 17 November 2023, dan melibatkan responden sebanyak 1.400 orang yang dilakukan wawancara tatap muka.

Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan margin of error 2,5 persen pada tingkat akurasi data 95 persen.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya