Berita

Cawapres Mahfud MD/Net

Politik

Ketokohan Mahfud MD Diyakini Dongkrak Suara PPP di Jatim

JUMAT, 17 NOVEMBER 2023 | 16:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diprediksi bisa meraih suara besar di Jawa Timur pada Pemilu 2024 mendatang. Hal tersebut dikarenakan sosok Mahfud MD yang menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo.

"Ketokohan Pak Mahfud MD sebagai calon wakil presiden tentu akan sangat memberikan efek mendongkrak suara PPP di Jawa Timur pada pemilu 2024," kata Pengamat sosial politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Mohtazul Farid dalam keterangannya, Jumat (17/11).

Faktor lain, kata Farid, PPP masih memiliki jaringan kiai, santri dan pesantren yang konsisten membesarkan partai berlambang ka'bah tersebut.


"Menurut saya, PPP sebagai partai senior dan bersejarah, tidak mudah dikalahkan secara politik di parlemen. Sekalipun belum bisa berada di urutan teratas pada pemilu, tetapi PPP akan susah dikalahkan dengan tanda kutip tidak masuk parliamentary threshold," jelas dia.

Selain itu, Farid menilai PPP adalah partai yang berhaluan Islam, yang tidak bisa serta merta ditinggalkan oleh kader-nya sementara Indonesia merupakan negara dengan masyarakat mayoritas beragama Islam.

"PPP merupakan partai yang memiliki kader-kader militan, oleh karena itu sangat tepat sekali jika Pak Mahfud mendekat ke PPP atau sebaliknya PPP yang merapat ke Mahfud. Baik PPP maupun Pak Mahfud sama-sama memiliki memiliki nilai tinggi dan telah banyak berkontribusi bagi bangsa ini," tandasnya.

Sebelumnya, Calon Wakil Presiden Mahfud MD meyakini suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan naik di Pemilu 2024 karena di Pilpres 2024 bergabung dalam koalisi pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

"Pemilu kemarin (2019), suara PPP agak pas pasan, tapi Pemilu 2024 suara PPP Insya Allah akan naik," katanya saat menjadi pembicara dalam Bimbingan Teknis Lembaga Saksi PPP Jawa Timur di Surabaya, Jumat (10/11).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya