Berita

Politikus PDIP Masinton Pasaribu (kanan) saat menjadi narasumber diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Nomor Urut Pasangan Capres Telah Ditetapkan, Saatnya Menuju Kampanye dengan Damai” di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/11)/RMOL

Politik

Soal Riuh Jelang Pilpres 2024, Masinton: Jangan Pura-pura Lagi, Drama-drama Sok Santun

KAMIS, 16 NOVEMBER 2023 | 16:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Politikus PDIP Masinton Pasaribu menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang menyebutkan banyak drama menjelang Pilpres 2024.

“Iya drama ini udahlah ini pemain drama semua Pak,” kelakar Masinton dalam sebuah diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Nomor Urut Pasangan Capres Telah Ditetapkan, Saatnya Menuju Kampanye dengan Damai” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/11).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut soal drama politik menjelang Pilpres ketika menyampaikan sambutan dalam undangannya di puncak ulang tahun ke- 59 Golkar.


Masinton mengaku heran jika ada pihak-pihak yang mempermasalahkan drama. Padahal di sisi yang lain pihak itu justru berperan sebagai sutradara drama tersebut.

“Ojo jangan ada drama-drama, tapi lu nyutradarain. Enggak mau drama tapi lu nyutradarain, ya sama aja,” kata Masinton disambut tawa peserta diskusi.

Lebih jauh, Anggota Komisi XI DPR RI fraksi PDIP itu meminta pihak tersebut untuk tidak munafik dalam bersikap, termasuk dalam politik.

“Udah deh, rakyat udah tahu, udah, jangan pura-pura lagi, drama-drama sok santun, manipulatif, pemimpin itu satunya kata dan perbuatan. Belagak ini seakan-akan kayak mau dizalimi, udahlah, rakyat udah pada tahu,” kata Masinton.

“Jadi, saya rasa itu aja Pak, kita harus akhiri kemunafikan ini, ke berpura-puraan ini. Amin ya rabbal alamin,” sambungnya.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya