Berita

Pekerja memasang panel sel surya di atas permukaan air Bendungan Sirindhorn di Ubon Ratchathani, Thailand/Reuters

Bisnis

Teknologi Energi Ramah Lingkungan Meningkat, Lapangan Kerja Sektor PV Surya Ikut Melonjak

KAMIS, 16 NOVEMBER 2023 | 11:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meningkatnya investasi dalam teknologi energi ramah lingkungan telah ikut mempengaruhi naiknya jumlah pekerjaan di sektor energi global.

Badan Energi Internasional dalam laporan Ketenagakerjaan Energi Dunia yang dirilis Rabu (15/11), mengungkapkan, pekerjaan di sektor energi berjumlah 67 juta orang pada tahun 2022, meningkat 3,5 juta orang dari tingkat sebelum pandemi.

"Lebih dari separuh pertumbuhan lapangan kerja selama periode 2019-2022 terjadi di bidang fotovoltaik (PV) tenaga surya, tenaga angin, kendaraan dan baterai listrik, pompa panas, dan pertambangan mineral penting," kata laporan itu, seperti dikutip dari The National, Kamis (16/11).


Sejauh ini, PV surya merupakan sektor dengan lapangan kerja terbesar, yang menyediakan empat juta lapangan kerja, sementara kendaraan listrik dan baterai merupakan sektor yang paling cepat berkembang, menambah lebih dari satu juta lapangan pekerjaan sejak tahun 2019.

“Percepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam transisi energi ramah lingkungan telah menciptakan jutaan peluang kerja baru di seluruh dunia – namun hal ini tidak terisi dengan cukup cepat,” kata Fatih Birol, direktur eksekutif lembaga tersebut.

“Pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan perlu menerapkan program untuk memberikan keahlian yang dibutuhkan di sektor energi guna mengimbangi meningkatnya permintaan," ujarnya.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa China, negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia dan produsen energi terbarukan terbesar, menyumbang kontribusi terbesar dalam penambahan lapangan pekerjaan di sektor energi secara global.

"Perluasan energi ramah lingkungan juga menciptakan lapangan kerja di sektor hulu di pertambangan mineral penting, yang menambah 180.000 lapangan kerja dalam tiga tahun terakhir," kata laporan itu.

Dari tahun 2017 hingga 2022, sektor energi mendorong peningkatan tiga kali lipat dalam permintaan litium, peningkatan permintaan kobalt sebesar 70 persen, dan peningkatan permintaan nikel sebesar 40 persen.

Namun, survei menunjukkan bahwa saat ini banyak industri energi yang kekurangan pekerja terampil, dan ini menjadi hambatan utama untuk meningkatkan aktivitas.

Laporan tersebut menemukan bahwa jumlah pekerja yang mengejar gelar atau sertifikasi yang relevan dengan pekerjaan di sektor energi tidak dapat mengimbangi meningkatnya permintaan.

“Beberapa perusahaan bahan bakar fosil melatih kembali pekerjanya secara internal untuk posisi di bidang rendah emisi guna mempertahankan talenta atau untuk mempertahankan fleksibilitas seiring dengan meningkatnya kebutuhan,” kata badan tersebut.

“Namun, hal ini tidak bisa dilakukan di semua negara, dan memastikan transisi yang berpusat pada masyarakat dan adil bagi pekerja yang terkena dampak harus tetap menjadi fokus para pembuat kebijakan," katanya.

Badan tersebut mengatakan bahwa peningkatan permintaan akan pekerja di bidang energi ramah lingkungan diperkirakan akan terus berlanjut, dengan pertumbuhan lapangan kerja baru yang melebihi penurunan peran bahan bakar fosil.

Skenario Net Zero Emissions pada tahun 2050 memperkirakan 30 juta pekerjaan baru di bidang energi ramah lingkungan pada tahun 2030, dengan hampir 13 juta pekerjaan di industri bahan bakar fosil terancam.

“Ini berarti bahwa sekitar dua pekerjaan energi ramah lingkungan akan tercipta untuk setiap hilangnya pekerjaan terkait bahan bakar fosil,” kata badan tersebut.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya