Berita

Capres Ganjar Pranowo dianggap menyerang kelompok tertentu dalam pidatonya di gedung KPU RI/Repro

Politik

Pidato Ganjar Kritik Demokrasi, Pengamat: Jadi Bumerang Buat PDIP

RABU, 15 NOVEMBER 2023 | 13:07 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Calon Presiden Ganjar Pranowo dalam pidatonya di KPU RI usai pengambilan nomor urut, Selasa (14/11), dianggap menyerang pelaksanaan demokrasi Indonesia.

Analis politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga berpendapat kritik Ganjar itu memang menjadi keprihatinan sebagian anak bangsa. Sebagian tokoh nasional menyuarakan hal itu, khususnya setelah MK memutuskan batas umur bagi capres dan cawapres.

Namun menurutnya, jika Ganjar terus menerus menyerang dengan isu demokrasi, akan berakibat fatal bagi elektabilitasnya di 2024.


"Kalau Ganjar terus menyerang masalah demokrasi di tanah air, bisa jadi akan menjadi bumerang bagi partainya (PDIP). Sebab, kemunduran demokrasi di tanah air bisa diartikan sebagai kegagalan PDIP juga," kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/11).

Mantan Dekan Fisip IISIP ini mengatakan tafsir itu berpeluang terjadi karena PDIP menjadi pengusung utama Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden.

"Bahkan PDIP kerap dipersepsi sebagai ketua pengusung koalisi pemerintah," ungkapnya.

"Jadi, bila demokrasi di Indonesia belum baik-baik saja, tentulah PDIP tidak bisa lepas tangan. Bahkan akan dinilai kontralogika bila Ganjar terus menyerang hal tersebut," tutup dia.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya